-
Pemprov Sumbar fokus percepatan hunian tetap bagi korban bencana.
-
Infrastruktur rusak diprioritaskan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
-
Fasilitas publik ditargetkan pulih agar layanan dasar kembali optimal.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menetapkan tiga fokus rehab-rekon Sumbar pascabencana. Mulai dari pembangunan hunian tetap, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemulihan fasilitas publik.
Penetapan prioritas Rehab-Rekon Sumbar ini menjadi langkah krusial agar masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit, pulih, dan kembali menjalani aktivitas secara normal.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, prioritas pertama dalam Rehab-Rekon Sumbar adalah pembangunan rumah permanen atau hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
“Pembangunan hunian tetap menjadi kebutuhan paling mendasar. Masyarakat harus segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” ujarnya.
Prioritas kedua, lanjut Mahyeldi, menyasar perbaikan infrastruktur vital yang rusak, seperti jalan, jembatan, dan jaringan irigasi. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Infrastruktur ini sangat menentukan kelancaran aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi. Karena itu, perbaikannya menjadi fokus kita,” katanya.
Sementara prioritas ketiga dalam Rehab-Rekon Sumbar adalah pemulihan fasilitas publik, mulai dari sekolah, rumah ibadah, puskesmas, hingga rumah sakit. Langkah ini dilakukan agar layanan dasar bagi masyarakat bisa kembali berjalan optimal.
“Fasilitas publik harus segera pulih, karena menyangkut pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat,” jelas Mahyeldi.
Terkait pembangunan hunian tetap relokasi, Mahyeldi mengungkapkan adanya peluang pemanfaatan lahan negara maupun aset BUMN, terutama bagi daerah yang mengalami keterbatasan lahan.
“Untuk hunian tetap relokasi, kita bisa memanfaatkan aset milik kabupaten/kota, provinsi, pemerintah pusat, bahkan aset BUMN, sesuai komitmen Presiden yang disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara,” ungkapnya.
Mahyeldi menegaskan, keberhasilan Rehab-Rekon Sumbar membutuhkan dukungan penuh pemerintah pusat. Hal ini mengingat keterbatasan kemampuan APBD daerah terdampak bencana.
Ia pun mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang memastikan tidak adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 serta menyiapkan anggaran khusus untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kita berterima kasih kepada Presiden dan Menteri Keuangan atas kebijakan tersebut. Mudah-mudahan anggaran yang disiapkan dapat mencukupi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat,” katanya.
Berita Terkait
-
Pascabanjir Bandang Gunung Slamet, Pantai Utara Tegal Dipenuhi Kayu
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur
-
Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi
-
ADHI Selesaikan Jembatan Darurat di Bireun Aceh, Aktivitas Ekonomi Kembali Jalan
-
Dua Bulan Pascabanjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Pulih Bertahap
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Penganiayaan Nenek Saudah di Pasaman Disorot DPR RI, Komnas Perempuan Desak Polisi Bertindak Tegas
-
Huntara Sumbar Dikebut Jelang Ramadhan, Penyintas Banjir Ditargetkan Pindah Total
-
Puluhan Rumah Warga hingga Sekolah Terancam Runtuh di Pasaman Barat, Ini Penyebabnya
-
Dukung Pengusaha Perkuat Investasi, BRI Berkolaborasi dengan BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM
-
Pembebasan Lahan Flyover Sitinjau Lauik Dikebut, Rampung Maret 2026?