-
Pemerintah tetapkan status darurat akibat kekeringan di Agam.
-
Air bersih didistribusikan rutin menggunakan mobil tangki BPBD.
-
Dua nagari alami kekeringan sumur dan jaringan Pamsimas.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam resmi menetapkan tanggap darurat kekeringan Agam setelah kondisi kekeringan di Nagari Padang Laweh dan Gadut semakin mengkhawatirkan.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah cepat menjawab kesulitan warga dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan harian.
Penetapan tanggap darurat kekeringan Agam diumumkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono. Menurutnya, keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Agam Nomor 374 Tahun 2025, yang mengatur status tanggap darurat bencana alam kekeringan di dua nagari itu.
"Tanggap darurat ditetapkan selama satu bulan dimulai 7 November sampai 6 Desember 2025," ujarnya didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghapur.
Penetapan tanggap darurat kekeringan Agam dilakukan setelah masyarakat di Padang Laweh dan Gadut melaporkan kesulitan serius memperoleh air bersih.
Menurut BPBD Agam, kondisi sumur dan jaringan air Pamsimas di dua nagari itu telah mengalami pengeringan. Hal inilah yang mendorong Pemkab Agam untuk langsung melakukan penanganan cepat melalui pendistribusian air bersih kepada warga terdampak.
"Pendistribusian air bersih kita lakukan dua hari sekali ke nagari tersebut dengan mengerahkan mobil tangki air," kata Rahmat.
BPBD Agam menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih dilakukan dengan perhitungan kebutuhan warga. Untuk Nagari Padang Laweh, sebanyak 10 meter kubik air diberikan setiap kali pengiriman, yang diperuntukkan bagi sekitar 500 kepala keluarga.
Sementara untuk warga di Nagari Gadut, distribusi mencapai 5 ribu meter kubik untuk 250 kepala keluarga.
Sebelumnya, Pemkab Agam juga pernah menetapkan status serupa pada September 2025 untuk kawasan Kecamatan Ampek Angkek dan Canduang.
"Tanggap darurat sebelumnya dengan mendistribusikan air bersih bagi ribuan kepala keluarga," ujar Rahmat.
Dengan kembali ditetapkannya tanggap darurat kekeringan Agam, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta meminimalkan dampak kekeringan yang meluas.
Berita Terkait
-
Studi: Krisis Air di Nusa Tenggara Barat Bebani Anak Perempuan
-
Terdesak Pakan Mahal, Peternak Gunungkidul 'Jual Sapi Demi Sapi'
-
Dampak Kekeringan di Karawang Kian Parah, 47 Ribu Warga di 33 Desa Krisis Air
-
PDIP Ingatkan Kekeringan dan Karhutla Bukan Sekadar Bencana Tahunan
-
Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap