-
Klaim Natuna Utara jaminan utang Whoosh terbukti hoaks.
-
Mafindo pastikan tak ada perjanjian Jokowi-China soal Natuna.
-
Publik diminta waspada sebaran hoaks proyek kereta cepat.
SuaraSumbar.id - Kabar Natuna Utara jadi jaminan utang Kereta Cepat Whoosh kembali beredar di media sosial. Unggahan dari akun Facebook bernama Tory Job pada Senin (20/10/2025) menampilkan video dengan narasi yang menyebut China bisa mengambil alih Natuna Utara jika Indonesia gagal membayar utang proyek kereta cepat Whoosh.
Berikut narasi video yang beredar:
“Prabowo terkaget-kaget dengan perjanjian disaat Jokowi masih berkuasa... CINA AKAN MEMINTA NATUNA UTARA KARENA TERTUANG DALAM PERJANJIAN ANTARA JOKOWI DAN CINA, KALAU INDONESIA TIDAK BISA BAYAR KERETA CEPAT.”
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Tim Cek Fakta TurnBackHoax menelusuri klaim tersebut menggunakan kata kunci “perjanjian Jokowi-China: Natuna Utara sebagai jaminan utang Whoosh” melalui mesin pencarian Google.
Hasilnya, tidak ada sumber kredibel yang membenarkan adanya perjanjian antara Jokowi dan China yang menjadikan Natuna Utara sebagai jaminan utang kereta cepat Whoosh.
Penelusuran hanya mengarah pada beberapa video YouTube, salah satunya di kanal Mahfud MD Official berjudul “MAHFUD MD TENTANG PRAPERADILAN NADIEM & PK SILFESTER” (tayang 14/10/2025).
Dalam video itu, Mahfud MD memang mengingatkan risiko gagal bayar utang proyek Kereta Cepat Whoosh, namun tidak menyebut adanya perjanjian mengenai Natuna Utara. Ia hanya menekankan potensi kerugian besar jika Indonesia tidak bisa melunasi pinjaman dari China.
Sementara itu, video di kanal Kompas.com bertajuk “Jokowi Bungkam Saat Ditanya Utang Kereta Cepat Whoosh” (19/10/2025) hanya menampilkan respons Presiden Joko Widodo yang enggan berkomentar soal sikap Menteri Keuangan Purbaya terhadap pendanaan proyek tersebut. Tidak ada pembahasan mengenai Natuna Utara.
Media lain, CNBC Indonesia, melalui artikel “Heboh Utang Kereta Cepat Whoosh, AHY Akhirnya Buka Suara” (21/10/2025), melaporkan bahwa total biaya proyek Kereta Cepat Whoosh mencapai Rp119,79 triliun. Namun hingga kini, belum ada keputusan final mengenai skema penyelesaian utang.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti valid atau sumber resmi yang menunjukkan Natuna Utara menjadi jaminan utang Kereta Cepat Whoosh. Klaim yang beredar di media sosial tersebut merupakan konten palsu (fabricated content) atau informasi hoaks. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Berita Terkait
-
Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk
-
Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!
-
Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat
-
Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal
-
Purbaya Bocorkan Skema Pelunasan Utang Whoosh dari Kemenkeu, Dibayar Rp 800 M per Tahun
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang