- Dokter Natasya Prameswari menyatakan ibu hamil boleh melakukan perjalanan jarak jauh setelah berkonsultasi dan dinyatakan sehat oleh dokter.
- Ibu hamil wajib memastikan destinasi memiliki fasilitas kesehatan serta membawa buku kontrol untuk mengantisipasi kondisi darurat medis.
- Langkah pencegahan seperti menggunakan stoking kompresi dan peregangan setiap dua jam perlu dilakukan demi menghindari risiko pembekuan darah.
SuaraSumbar.id - Melakukan perjalanan jauh saat hamil sering kali menjadi pertanyaan besar bagi banyak calon ibu. Banyak yang khawatir apakah bepergian dalam kondisi hamil aman dilakukan, terutama ketika perjalanan membutuhkan waktu berjam-jam menggunakan mobil, pesawat, kapal laut, atau moda transportasi lainnya.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Natasya Prameswari membagikan sejumlah tips penting agar ibu hamil tetap aman dan nyaman ketika harus melakukan perjalanan jarak jauh atau traveling, termasuk pada masa kehamilan pada saat trimester kedua.
Menurutnya, perjalanan jarak jauh pada ibu hamil masih diperbolehkan dengan syarat sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelumnya dan tidak ada penyulit pada saat kehamilan.
“Karena pada trimester kedua, biasanya kehamilan itu sudah tidak terlalu berisiko seperti di trimester pertama maupun di trimester tiga yang sudah mendekati persalinan," katanya melansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Ibu hamil, kata Natasya, saat akan perjalanan jarak jauh harus dengan kondisi yang membuat nyaman. Tidak disarankan berpergian jarak jauh dengan mode transportasi yang membuat ibu hamil tidak nyaman.
Bepergian menggunakan transportasi baik darat, laut, atau udara tetap diperbolehkan selama hamil, namun ada sejumlah perhatian khusus yang perlu dipertimbangkan demi menjaga kesehatan ibu dan janin.
Misalnya, ibu hamil untuk perlu mengenali gejala yang berpotensi membahayakan kehamilan, seperti kontraksi dan perdarahan. Oleh karena itu penting harus tahu di mana lokasi tujuannya itu mempunyai fasilitas kesehatan.
Ibu hamil yang melakukan perjalanan jarak jauh juga disarankan mengenakan stoking kompresi sebagai langkah pencegahan terhadap Deep Vein Thrombosis (DVT) atau pembekuan darah, serta minimal setiap 2 jam melakukan stretching atau pereggangan.
“Stretching ringan, mungkin meregangkan kaki, meregangkan tangan, bahkan jalan-jalan asal tidak di dalam satu posisi terus-menerus setiap dua sampai tiga jam apabila traveling jarak jauh,” imbuh dia.
Baca Juga: Waspada! Merokok Sesekali Tetap Berbahaya dan Bisa Picu Penyakit Serius
Jika ibu hamil terpaksa harus menjalani jarak jauh sendiri, dokter Natasya menyarankan harus melaporkan status kehamilan kepada petugas atau pihak yang berwenang yang ditumpanginya, agar jika muncul masalah kesehatan selama perjalanan, dapat segera memberikan pertolongan.
Kemudian, pastikan sebelum traveling ibu hamil harus cek ke dokter kandungannya terlebih dahulu, agar memastikan kehamilannya itu dengan penyulit atau tanpa penyulit, dan diperbolehkan untuk terbang atau berpergian.
Dokter Natasya juga menyampaikan ibu hamil yang melakukan perjalanan sebaiknya tidak dianjurkan untuk membawa barang banyak melebihi kemampuannya.
“Ibu hamil saat traveling yang jelas harus membawa kartu identitas, pastikan ibu hamil itu membawa buku ping atau kontrolnya, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ada buku kontrol dari sebelumnya yang bisa dilihat oleh dokter objek di tempat tujuan tersebut,” imbuh dia.
Lebih lanjut, dokter Natasya mengatakan bahwa risiko perjalanan pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh jarak tempuh dan tujuan perjalanan. Baik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara, ibu hamil perlu memastikan kondisinya telah dinyatakan layak bepergian oleh dokter.
"Risikonya apabila ibu hamil itu capek, mengalami stres, itu bisa ada kondisi yang dinamakan kontraksi atau kontraksi palsu. Kalau kontraksi terus-menerus itu yang harus diwaspadai. Kondisi apabila ada pecah ketuban, keluar darah itu harus diperiksa lebih lanjut di fasilitas kesehatan," katanya.
Berita Terkait
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
-
5 Rekomendasi Cushion Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Mulai Rp80 Ribu
-
Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan
-
Viva Gold Whitening Serum Aman untuk Bumil? Ini Petunjuk Resmi dan Manfaatnya
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo