- Dr. Aravind Badiger menyatakan bahwa merokok sesekali tetap berbahaya karena kandungan zat beracun merusak kesehatan secara diam-diam.
- Kebiasaan merokok sesekali meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, serangan jantung, serta berbagai jenis kanker di masa depan.
- Nikotin yang bersifat adiktif memicu ketergantungan dan berisiko membuat seseorang beralih menjadi perokok rutin yang membahayakan lingkungan sekitar.
SuaraSumbar.id - Masih banyak orang beranggapan bahwa merokok hanya berbahaya jika dilakukan setiap hari atau dalam jumlah banyak. Padahal, kebiasaan merokok sesekali dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Dr. Aravind Badiger, mengatakan setiap batang rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang dapat memengaruhi tubuh segera setelah dihirup.
"Merokok sesekali tetap berarti menghirup berbagai zat berbahaya," katanya melansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, dampak rokok tidak selalu langsung terlihat, tetapi kerusakan pada tubuh dapat terjadi secara diam-diam. Penelitian menunjukkan perokok sesekali tetap memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.
Ia menjelaskan bahwa sistem kardiovaskular dan saluran pernapasan menjadi bagian tubuh yang paling cepat terdampak setelah seseorang mengisap rokok.
Selain meningkatkan tekanan darah, kebiasaan merokok sesekali juga dikaitkan dengan risiko stroke dan serangan jantung yang lebih tinggi.
Paparan zat kimia beracun dalam asap rokok juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker dalam jangka panjang.
Badiger menambahkan bahwa salah satu risiko terbesar dari merokok sesekali adalah potensi berkembang menjadi kebiasaan yang lebih sering.
Menurut dia, nikotin merupakan zat yang sangat adiktif sehingga tubuh dapat dengan cepat mengembangkan ketergantungan dan memicu keinginan untuk terus merokok.
"Banyak perokok sesekali meremehkan betapa mudahnya kebiasaan itu berubah menjadi konsumsi rokok secara rutin," ujarnya.
Tidak hanya berdampak pada perokok, asap rokok juga dapat membahayakan orang di sekitarnya. Paparan asap rokok pasif diketahui meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Untuk mengurangi dampak kesehatan akibat penggunaan tembakau, Badiger menyarankan masyarakat mencari cara lain untuk mengelola stres dan tekanan emosional tanpa bergantung pada rokok.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memahami risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh merokok sesekali serta menciptakan lingkungan bebas rokok di rumah maupun tempat kerja.
"Sudah saatnya meninggalkan anggapan bahwa hanya beberapa batang rokok tidak akan menimbulkan masalah. Faktanya, setiap rokok tetap memberikan dampak pada tubuh, bahkan jika dikonsumsi sesekali," kata Badiger.
Para ahli menilai menghentikan penggunaan produk tembakau sepenuhnya merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan mengurangi risiko berbagai penyakit kronis di masa depan.
Berita Terkait
-
3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat
-
Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker
-
Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS
-
Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat
-
Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu Memilih Salah Satunya?
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung