-
Pemkab Agam siagakan lima mobil ambulans tangani pelajar keracunan.
-
Sebanyak 28 pelajar alami gejala muntah usai konsumsi MBG.
-
Tim medis disiagakan di Puskesmas Manggopoh dan RSUD Lubuk Basung.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan lima unit mobil ambulans yang disiagakan di Puskesmas Manggopoh untuk mengantisipasi kebutuhan rujukan pasien.
Hal itu menyusul kasus keracunan MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang dialami sejumlah pelajar, Rabu (1/10/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan mobil ambulans tersebut berasal dari beberapa fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Lubuk Basung, Puskesmas Tiku, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.
"Mobil ambulans ini kita siagakan di Puskesmas Manggopoh jika dibutuhkan untuk merujuk pasien yang perlu penanganan lebih lanjut ke RSUD Lubuk Basung," ujarnya.
Selain kendaraan, Pemkab Agam juga menurunkan tenaga medis di Puskesmas Manggopoh dan RSUD Lubuk Basung guna memberikan pelayanan optimal kepada para pasien.
"Kita menyiapkan mobil ambulans beserta tim medis dalam memberikan pelayanan maksimal kepada pasien," kata Hendri.
28 Pelajar Diduga Keracunan MBG
Data sementara mencatat ada 28 pelajar TK dan SD dari Nagari atau Desa Manggopoh serta Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, yang diduga mengalami keracunan MBG setelah menyantap makanan bergizi gratis di sekolah mereka.
Gejala yang dialami siswa meliputi muntah-muntah sehingga orang tua segera membawa mereka ke Puskesmas Manggopoh. Setibanya di puskesmas, seluruh pelajar langsung mendapat perawatan medis intensif.
Hingga Rabu sore, sebanyak 22 pasien masih dirawat di Puskesmas Manggopoh, sementara enam lainnya dirawat di RSUD Lubuk Basung. Dari jumlah itu, tiga pelajar di Puskesmas Manggopoh sempat dirujuk ke rumah sakit karena memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Ini data sementara dan berkemungkinan pasien bisa bertambah," kata Hendri.
Demi mengantisipasi perkembangan situasi, Pemkab Agam memastikan ketersediaan tim medis dan sarana penunjang tetap siaga.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah serta fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan layanan cepat kepada para pasien.
Langkah siaga mobil ambulans dan tenaga medis ini menjadi upaya Pemkab Agam agar para pelajar yang mengalami keracunan MBG segera mendapatkan penanganan yang aman, cepat, dan terkoordinasi. (Antara)
Berita Terkait
-
MBG hingga Rumah Subsidi, Prabowo-Gibran Dorong Pembangunan yang Lebih Dekat dengan Rakyat
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital
-
Viral Mobil MBG Dipakai Buat Piknik Keluarga
-
Analis Digdaya Indonesia: Skema Prasmanan MBG Bisa Tekan Sampah dan Perkuat Pendidikan Karakter
-
Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
ISPA Tembus 601.396 Kasus di Sumbar, Kota Padang Tertinggi
-
Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada
-
Menuju 131 Tahun, BRI Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Rakyat dan Memajukan Negeri
-
BRI Dorong Investasi Asing Perkuat Industri & Ekonomi Indonesia Lewat Layanan Perbankan Terintegrasi
-
Diduga Rem Blong, Truk Semen Hilang Kendali di Jalan Lintas Solok-Padang hingga Tabrak Rumah Warga