SuaraSumbar.id - Nama Avishkar Raut menjadi sorotan internasional setelah pidatonya yang berjudul “Jai Nepal” pada Maret 2025 mendadak viral di media sosial.
Pidato tersebut menyoroti isu korupsi di Nepal dan disampaikan dengan gaya yang tegas serta bersemangat. Pidatonya bahkan disebut-sebut menyerupai orasi Adolf Hitler.
Pidato Avishkar Raut mengusung pesan persatuan, kebebasan, keadilan, dan akuntabilitas. Kata-kata yang ia sampaikan tidak hanya memotivasi masyarakat, tetapi juga memicu gelombang protes besar yang menuntut perubahan sistemik di pemerintahan.
Enam bulan pasca pidato, aksi protes yang dipimpin oleh generasi Z ini memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli dan beberapa pemimpin negara untuk mundur dari jabatannya, termasuk Presiden Nepal, Ram Chandra Poudel.
Meski mundur, Poudel menegaskan bahwa kabinetnya tetap menjalankan pemerintahan hingga terbentuk Dewan Menteri baru.
Situasi ini membuat Nepal sementara waktu berada tanpa pemimpin eksekutif di tengah kondisi yang tidak kondusif. Gelombang demonstrasi ini menjadi bukti nyata pengaruh pidato “Jai Nepal” yang disampaikan Avishkar Raut.
Siapa Sosok Avishkar Raut?
Menurut laporan WION, Avishkar Raut merupakan ketua siswa di Everlasting Imperial Institute, Holy Bell English Secondary School.
Dalam video viral, Raut terlihat memimpin unjuk rasa dengan mikrofon, menyerukan semangat generasi muda Nepal.
“Hari ini aku berdiri di sini dengan mimpi membangun Nepal baru, dengan api harapan dan semangat yang menyala di dalam diriku. Namun, hatiku juga diliputi rasa berat karena impian itu seakan mulai memudar. Bangkitlah, bersinarlah, dan songsonglah masa depan yang lebih gemilang,” ucap Avishkar Raut dalam pidatonya.
Ia juga menyinggung tanah kelahirannya dengan penuh emosi.
“Nepal, ibu yang melahirkan dan membesarkan kami. Apa yang engkau minta sebagai balasan? Kejujuran, kerja keras, serta pengabdian kami. Tetapi apa yang sudah kami lakukan? Kami justru terjerat pengangguran, padahal di hadapan kami terbentang kesempatan yang luas.”
Gelombang protes Gen Z yang dipicu pidato Avishkar Raut memaksa mundurnya Perdana Menteri KP Oli. Nama Balen Shah, rapper yang kini menjabat Walikota Kathmandu, muncul sebagai calon pemimpin berikutnya.
Dalam salah satu liriknya, Shah menegaskan kritik terhadap pemerintahan, sekaligus menyerukan agar demonstran menjaga ketertiban.
Pidato “Jai Nepal” yang dibawakan Avishkar Raut membuktikan bahwa suara generasi muda mampu menggerakkan perubahan nyata di Nepal, menjadikannya simbol perjuangan melawan ketidakadilan dan korupsi.
Berita Terkait
-
Faisal Halim Mulai Siapkan Mental jika Malaysia Didiskualifikasi dari Kualifikasi Piala Asia 2027
-
Mantan Pemain Sunderland Debut bersama Bangladesh, Lawan Negara Eks Persija Jakarta
-
Kena Sanksi FIFA, Begini Reaksi Kapten Malaysia Soal Mentalitas Harimau Malaya
-
Nepal Ikut Gugat Malaysia ke FIFA Usai Skandal Naturalisasi, Minta Kemenangan 3-0!
-
Indonesia di Ambang Amarah: Belajar dari Ledakan di Nepal, Rocky Gerung dan Bivitri Beri Peringatan!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
CEK FAKTA: AS Larang Sertifikasi Halal di Indonesia, Benarkah?
-
4 Cara Sehatkan Bibir Walau Rutin Pakai Lipstik Matte, Perempuan Harus Tahu!
-
5 Lipstik Anak Muda Terbaru, Multifungsi dan Bikin Tampilan Segar
-
9 Lipstik Matte untuk Semua Warna Kulit, Teruji Tahan Lama
-
CEK FAKTA: Purbaya Naikkan Gaji Pensiunan 12 Persen dan Cair 30 Januari 2026, Benarkah?