Menurut Arry, penyelesaian dokumen RPJMD 2025–2029 adalah tugas mendesak. Sebab, ia akan menjadi pedoman pembangunan jangka menengah daerah selama lima tahun ke depan.
“Tugas pertama yang mendesak adalah menyelesaikan RPJMD. Ini mesti cepat karena akan jadi acuan bagi kita semua,” ujar Arry.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan ekonomi Sumbar yang ditargetkan tumbuh 5–6,5 persen. Untuk itu, ia menyebut sinergi lintas sektor sangat krusial.
“Pertumbuhan ekonomi Sumbar harus didorong dari sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, transportasi, dan perdagangan,” tambahnya.
Arry juga menegaskan komitmen untuk melakukan efisiensi anggaran dengan pendekatan outcome-based budgeting.
“Setiap rupiah harus punya manfaat. Jangan ada belanja yang tidak berdampak langsung,” katanya.
Ia juga akan memperkuat pelaksanaan 8 Program Unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk di antaranya program Sekolah Rakyat yang kini tengah dalam tahap verifikasi Kementerian Sosial.
“OPD jangan kerja di zona nyaman. Progul ini harus jalan sesuai harapan rakyat,” tambah Arry.
Menurutnya, kepemimpinan birokrasi Sumbar bukan dibangun secara sektoral, melainkan dengan estafet kolaborasi antargenerasi birokrat profesional.
“Kalau sehari bisa 25 jam, mungkin itulah gambaran waktu yang dibutuhkan ke depan. Tapi saya siap. Karena ini amanah besar,” pungkas Arry.
Siapa Arry Yuswandi?
Arry Yuswandi lahir di Kota Padang pada 10 Agustus 1975 lalu. Dia merupakan birokrat senior dan kader Muhammadiyah yang kini menjadi salah satu sosok kunci dalam mendukung visi-misi pasangan Mahyeldi–Vasko.
Menamatkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Arry memulai karir birokrasi dari level paling dasar, yakni sebagai Kepala Puskesmas Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung tahun 2000 silam.
Dari titik ini, ia terus menapaki karir dengan konsistensi dan integritas selama lebih dari dua dekade. Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung (2011), Kabid Penunjang RSUD Sijunjung (2016), Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Provinsi Sumbar (2018).
Setelah itu, ia menjabat Sekretaris Dinkes Provinsi Sumbar (2019), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar (2020), Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar (2022), Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar (2023) hingga resmi jadi Sekda Sumbar.
Berita Terkait
-
Tata Cara Sholat Idul Adha 2026 menurut NU dan Muhammadiyah
-
SRAWUNG CAMP 2026: Menumbuhkan Kebersamaan dan Potensi Generasi Muda
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Jangan 'Lapar Mata' Saat Idul Adha, Penderita Hipertensi hingga Kolesterol Tinggi Harus Waspada
-
Salad Jadi Pilihan Camilan Sehat saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Resep Segarnya
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Polisi Temukan Tangki Modifikasi dan Pelat Nomor Ganda dalam Sidak SPBU di Padang
-
Pemadaman Listrik Berakhir, PLN Klaim Listrik di Sumbar Menyala 100 Persen