Riki Chandra
Jum'at, 06 Juni 2025 | 19:07 WIB
Bahaya Covid-19. [Dok. Antara]

5. Pantau Gejala dan Jaga Jarak dari Orang Sakit

Jika terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam, disarankan untuk menjaga jarak dan melakukan pemeriksaan.

6. Konsumsi Makanan Bergizi dan Istirahat Cukup

Menjaga daya tahan tubuh dengan asupan nutrisi seimbang dan cukup tidur adalah salah satu cara terbaik untuk melawan infeksi, termasuk varian baru COVID-19.

7. Waspada bagi yang Memiliki Komorbiditas

Bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit paru, disarankan untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan dan menghindari lokasi berisiko tinggi.

Faisal mengatakan bahwa varian Covid-19 yang saat ini beredar merupakan hasil mutasi dari varian Omicron, yang dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, hingga sakit perut. Meskipun sebagian besar kasus ringan, pemantauan dan deteksi dini tetap diperlukan.

Ia mengingatkan pentingnya pemantauan berbasis PCR untuk mendeteksi keberadaan varian baru tersebut.

"Pemerintah perlu terus melakukan surveillance. Kita belum tahu pasti apakah varian baru itu sudah masuk atau belum tanpa pemeriksaan PCR," ujarnya.

Terkait upaya pencegahan jangka panjang, Prof. Faisal menyarankan agar pemerintah juga mengevaluasi kembali efektivitas program vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, kajian terhadap kekebalan masyarakat terhadap varian mutasi perlu dilakukan untuk menentukan strategi pencegahan ke depan.

Bahaya Covid-19. [Dok. Antara]

Seiring dengan laporan Kementerian Kesehatan RI yang menyebutkan adanya tren peningkatan kasus Covid-19 ringan di beberapa wilayah, penerapan langkah-langkah pencegahan oleh masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan laju penyebaran.

Libur panjang tak harus menjadi momok penyebaran penyakit, selama masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"HBS (Hidup Bersih dan Sehat) harus terus dijaga," tegas Prof Faisal.

Load More