Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Senin, 24 Maret 2025 | 20:29 WIB
Desain rencana pembangunan flyover Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok, Provinsi Sumatera Barat. [Dok. Antara]

Jalan layang ini diharapkan menjadi solusi bagi kondisi jalur nasional yang sering mengalami kecelakaan akibat rem blong serta ancaman longsor dari perbukitan di sepanjang rute tersebut, terutama saat musim penghujan.

Selain itu, jalur ini merupakan penghubung utama distribusi logistik antara Sumbar dan Provinsi Jambi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa proyek ini masih dalam tahap finalisasi kontrak yang sedang disiapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kontraknya paling lambat selesai Februari, sehingga awal Maret pengerjaan bisa dimulai," jelasnya.

Lebih lanjut, Andre Rosiade menekankan bahwa pembangunan Flyover Sitinjau Lauik akan berdampak besar dalam memperlancar arus logistik ke dan dari Sumatera Barat.

Infrastruktur ini juga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di jalur tersebut.

"Kami berharap proyek ini menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mendukung perekonomian Sumatera Barat," ungkapnya.

PT Hutama Karya memastikan pengerjaan tahap pertama Flyover Sitinjau Lauik akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Proyek ini masuk dalam prioritas utama guna memenuhi kebutuhan infrastruktur mendesak di Sumatera Barat.

Load More