SuaraSumbar.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi penyelewengan suara pemilih disabilitas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 yang akan berlangsung 27 November mendatang.
Komisioner KPU Sumbar, Jons Manedi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan bahwa suara pemilih disabilitas tidak dicurangi selama proses pencoblosan.
Salah satu upaya yang disarankan adalah dengan mendorong agar pemilih disabilitas didampingi oleh kerabat atau keluarga saat memasuki bilik suara.
Namun, KPU Sumbar juga telah menyiapkan alternatif lainnya jika pemilih disabilitas tidak memiliki keluarga atau kerabat yang bisa mendampingi. Dalam hal ini, petugas dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) akan membantu pemilih untuk menyalurkan hak politiknya dengan baik.
Jons Manedi menegaskan bahwa tidak akan ada intervensi dari petugas terhadap pemilih disabilitas selama proses pendampingan berlangsung.
Data dari KPU mengungkapkan total pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Sumbar mencapai 4.103.846 orang. Sebanyak 26.564 pemilih di antaranya merupakan pemilih disabilitas.
Jumlah pemilih disabilitas pada Pilkada ini menurun dibandingkan dengan Pemilu 2024 lalu. Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pemilih yang telah pindah domisili, meninggal dunia, atau tidak dapat menunjukkan E-KTP pada saat pendataan.
KPU Sumbar pun memastikan akan terus berupaya agar setiap pemilih disabilitas mendapatkan akses yang mudah dan adil dalam menggunakan hak pilih mereka di Pilkada 2024. (antara)
Tag
Berita Terkait
-
Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah
-
OTT 10 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024, KPK Dorong Integritas Melalui Kabupaten-Kota Antikorupsi
-
Ketua KPU: Dunia Sampai Akhirat Tak Akan Ada Lagi, Pemilu Serentak Hanya di Indonesia!
-
Partisipasi Publik di Pilkada 2024 Naik Kelas: 4 Provinsi Raih Predikat Fully Participatory
-
Kemendagri Beberkan 'Penyakit Kronis' Demokrasi: Politik Uang Merajalela Akibat Banyak Warga Miskin!
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat
-
BRI Bantu PMI Cirebon Bangun Usaha, Dari Purna Migran Jadi Pengusaha
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar