SuaraSumbar.id - Kampung Berseri Astra (KBA) mengubah "wajah" Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Kini, masyarakat di kampung tersebut bisa bersinergi dengan berbagai program KBA yang telah berlangsung sejak 8 tahun silam.
Geliat KBA Tabek di Kabupaten Solok, tidak terlepas dari peran Kasri Satra (46). Pria yang didaulat menjadi Ketua KBA itu telah berjuang menjadikan Tabek menjadi kawasan indah yang kini diburu oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.
Sejak 2016, Tabek menjelma menjadi kampung wajib dikunjungi para wisatawan, bahkan ada yang datang dari luar Sumbar untuk menikmati keasrian Tabek.
Tabek terletak di ujung selatan Kabupaten Solok, memerlukan waktu 1 hingga 2 jam perjalanan dari pusat kota kabupaten dan sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Padang.
Kasri mengisahkan perjalanan kampung berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa ini, yang dulunya tertinggal dan terabaikan. Kekinian, selain punya "Rumah Pintar", KBA Tabek juga membantu peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dulunya, Nagari Talang Babungo termasuk tertinggal dari 74 Nagari di Kabupaten Solok," ungkap Kasri, beberapa waktu lalu.
Kasri menceritakan perjalanannya pulang kampung tahun 2024, setelah hampir 4 tahun merantau ke Malaysia. Tujuannya pulang adalah untuk melanjutkan perjuangan almarhumah kakaknya Ainismar, pendiri Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muallimin, sekolah pertama di kampung tersebut.
"Saya pulang karena pesan beliau meminta saya melanjutkan perjuangan MIS Muallimin yang dulunya reyot dan kini sudah megah," katanya.
Meski aktif di madrasah, Kasri tak berhenti berinovasi. Ia memulai berbagai gerakan sosial di Tabek, mulai dari gotong royong bersih-bersih kampung hingga bakti sosial. Meskipun banyak tantangan dan cemoohan, ia tetap berpegang pada prinsipnya: "Bagaimana mau berubah kalau tidak mau memulai."
Perubahan besar terjadi setelah kebakaran hebat yang menghanguskan 27 unit rumah di Nagari Talang Babungo pada 2015. Ketika PT Astra Internasional Tbk datang untuk memberikan bantuan, mereka terkesan dengan potensi Tabek sebagai Kampung Berseri Astra (KBA). Kasri pun terpilih sebagai ketua KBA, dan perubahan mulai terwujud.
Awalnya, banyak penolakan dari warga, namun kini lebih dari 600 relawan aktif terlibat dalam KBA. Apalagi, program KBA tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mengubah wajah Tabek menjadi kampung seribu bunga dengan jalanan berwarna semen lebar 2,5 meter yang dikelilingi beragam jenis bunga.
Inovasi dan Keberlanjutan
Tabek juga dilengkapi dengan halte dari bahan bambu yang digunakan sebagai tempat bersantai dan berdiskusi. “Satu halte menghabiskan biaya sampai Rp 3 juta dan kini tak ada lagi rasa malu di antara warga untuk menjaga kebersihan di sini," katanya.
Kasri Satra juga menerima penghargaan sebagai pegiat kampung iklim (Proklim) tingkat nasional dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, Tabek berhasil meraih gelar gapura terheboh nasional 2019.
Saat ini, KBA Tabek memiliki Rumah Pintar, sebuah pusat edukasi dan budaya bagi masyarakat, yang menjelma menjadi wadah ekspresi generasi muda.
Berita Terkait
-
Auto2000 Resmikan Kampung Berseri Astra Ketiga di Bekasi, Dorong Ketahanan UMKM dan Lingkungan
-
Rekam Jejak AKBP Arief Mukti Kapolres Solok Selatan, Rumah Dinasnya Diberondong Peluru AKP Dadang
-
DOR! Kabag Ops Tembak Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, Polda Sumbar Bereaksi
-
Kampung Berseri Astra Sukses Angkat Potensi Sendang Tirto Wiguno Sukoharjo, Siap Menyegarkan Warga Sekitar
-
Dulu Banyak Sampah, Kini Jadi Kampung Berseri Astra, Begini Kisah Mangrove Kampung Tua Bakau Serip
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
933 Kasus Gigitan Rabies Tanah Datar Selama 2025, Hewan Peliharaan Jadi Sorotan
-
Huntara Korban Bencana Sumbar Dikebut Rampung Jelang Ramadhan, Agam Prioritas Utama
-
50 Alat Berat Dikebut Normalisasi Sungai di Sumbar, Cegah Banjir Susulan!
-
Ini Penyebab Sinkhole Limapuluh Kota, Bukan dari Runtuhan Batu Gamping!
-
Sinkhole di Sawah Limapuluh Kota Keluarkan Air Biru Jernih, Ini Penjelasan Badan Geologi