SuaraSumbar.id - Ombudsman RI Perwakilan Sumbar mengungkapkan masalah serius terkait banyaknya warga korban bencana banjir bandang lahar dingin akibat erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam yang hingga saat ini belum menerima bantuan.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi. "Hari ini kami menerima banyak keluhan masyarakat. Bahkan mereka yang secara simbolis menerima bantuan dari Presiden, dananya hingga saat ini belum bisa dipakai. Datanya masih diuji publik serta belum ada SK dari pemerintah daerah juga," katanya, Kamis (10/10/2024).
Ombudsman Sumbar melakukan monitoring untuk mempercepat penerbitan dokumen penting bagi warga terdampak bencana yang terjadi pada Mei 2024 lalu.
"Banyak masyarakat korban bencana terbantu dengan kegiatan ini. Ada sekitar 200 produk dokumen penting diterbitkan," katanya.
Menurut Adel, masih ada sejumlah dokumen administratif, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan ijazah, yang belum dapat diganti akibat kerusakan atau kehilangan. Pihak Ombudsman Sumbar menegaskan pentingnya layanan afirmatif dengan metode jemput bola dalam membantu masyarakat.
"Bagaimana mungkin warga yang jelas menjadi korban bencana harus memikirkan di mana dokumennya saat musibah terjadi? Korban tidak harus datang ke tempat pelayanan; sebaliknya, mereka harus didatangi," tegasnya.
Adel juga menekankan pentingnya informasi yang memadai mengenai bantuan yang seharusnya diterima oleh masyarakat terdampak.
"Harus ada kepastian kapan layanan itu didapat masyarakat. Kami mendorong penyelesaiannya," ujar Adel.
Ia menjelaskan bahwa sudah ada program strategis dari pemerintah pusat dan Presiden untuk berbagai infrastruktur seperti sawah, rumah, sekolah, dan jembatan.
Contohnya, bantuan sebesar Rp 11 miliar untuk cetak sawah masih terhambat masalah teknis di Dinas Pertanian Sumbar.
"Info yang kami terima, Rp 11 miliar untuk cetak sawah dari provinsi masih melakukan tahapan teknis. Ini kami minta dipercepat, agar warga tidak kehilangan kepercayaan kepada pemerintah," pungkasnya. (antara)
Berita Terkait
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
-
Detik-detik Warga Agam Bertemu Harimau Sumatera Saat Buru Babi, Tubuh Gemetar di Atas Pohon Setinggi 15 Meter!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tanda-Tanda Tubuh Kelelahan yang Sering Diabaikan dan Cara Efektif Mengatasinya
-
Pentingnya Sarapan Bergizi untuk Menjaga Energi dan Stamina Sepanjang Hari
-
Minuman Berkafein Bukan Solusi Utama Atasi Kelelahan, Ini Cara Tepat Menjaga Energi Tubuh
-
Sidang Isbat Penetapan Idul Adha Digelar 17 Mei 2026
-
Telan Satu Korban Jiwa, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landia Agam