SuaraSumbar.id - Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di area perkebunan sawit di Lakuak Talau, Korong Bukit Kabun, Nagari Balai Baliak III Koto, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman pada Rabu (9/10/2024).
Kapolsek Aur Malintang, Ipda Muhammad Basir, mengungkapkan bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja kebun sawit bernama Ajuar (34).
Menurut keterangan Kapolsek, Ajuar menemukan mayat saat hendak memanen sawit milik Amsiwan.
Ketika ia mengalami sakit perut dan hendak buang air di sungai kecil dekat lokasi kebun, Ajuar melihat sesosok mayat yang sebagian sudah menjadi kerangka.
“Saat bekerja, saksi tiba-tiba sakit perut dan ingin buang air di sungai kecil di kebun tersebut. Ketika itulah ia melihat sesosok mayat yang sebagian sudah tinggal kerangka,” jelas Ipda Muhammad Basir.
Setelah melihat mayat tersebut, saksi segera melaporkan temuannya ke Polsek Aur Malintang. Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Belakangan diketahui bahwa korban merupakan seorang perempuan lansia berusia 80 tahun yang merupakan warga Korong Kampung Jawi-jawi Nagari Balai Baliak III Koto.
Lansia tersebut selama ini tinggal sendiri di rumahnya, sementara anaknya menetap di Batam. Warga sekitar mengungkapkan bahwa korban sering terlihat berjalan sendiri di sekitaran kampung.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban belum diketahui. Jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: *Pedagang Emas di Padang Pariaman Jadi Korban Pembegalan dan Pembacokan
Kondisi Warga Setelah Penemuan Mayat
Penemuan mayat ini menimbulkan rasa duka dan keprihatinan di kalangan warga sekitar. Banyak yang merasa terkejut dan bersimpati mengingat korban yang sudah lanjut usia dan hidup seorang diri.
Pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kematian dan berupaya menghubungi pihak keluarga korban yang berada di luar kota.
Kapolsek Aur Malintang mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami harap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap tetangga sekitar, terutama lansia yang tinggal sendiri. Semoga ke depannya kita dapat mencegah kejadian serupa," ujar Basir menutup keterangannya.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
*Pedagang Emas di Padang Pariaman Jadi Korban Pembegalan dan Pembacokan
-
11 Nagari di Padang Pariaman Diterjang Banjir dan Longsor, Ratusan Warga Mengungsi
-
Kapolda Sumbar Beberkan Temuan Sperma di Tubuh Gadis Penjual Gorengan: Identik Milik Tersangka Pembunuhan!
-
Pembunuh Gadis Penjual Gorengan Diringkus, Ini Respon DPRD Padang Pariaman
-
Kapolda Sumbar Ungkap Kejamnya Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan di Padang Pariaman: Diperkosa, Diseret hingga Dikubur!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara