SuaraSumbar.id - Nama Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) bakal menjadi Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Sebelumnya, nama masjid megah itu hanya Masjid Raya Sumbar sejak peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 atau 17 tahun lalu.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Al Amin mengatakan, peresmian penggunaan nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi itu akan dilakukan pada 7 Juli 2024, bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1446 Hijriah.
"Sebanyak 61 orang keturunan ulama yang pernah menjadi imam dan khatib di Masjidil Haram, Makkah itu telah berada di Sumbar untuk ikut meresmikan penamaan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi," katanya, Kamis (4/7/2024).
Selama ini, kata Al Amin, ada kekeliruan di tengah masyarakat yang menyangka bahwa Masjid Raya Sumatera Barat sudah menjadi nama masjid kebanggaan masyarakat Ranah Minang itu.
Padahal, sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor: 394 Tahun 2004, tipologi masjid di Indonesia itu terdiri atas, Masjid Negara, yaitu masjid yang ditetapkan oleh pemerintah dan berkedudukan di ibu kota negara.
Sedangkan Masjid Raya adalah masjid yang ditetapkan oleh pemerintah tingkat provinsi. Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota disebut sebagai Masjid Agung.
Kemudian masjid yang ditetapkan oleh pemerintah di tingkat kecamatan disebut sebagai Masjid Besar, dan masjid yang ditetapkan oleh pemerintah di tingkat desa atau kelurahan disebut sebagai Masjid Jami'.
"Jadi Masjid Raya Sumatera Barat itu baru merujuk pada tipologi dan nama provinsi tempat masjid itu berada. Sedangkan nama masjid sebenarnya belum ada," katanya.
Menurutnya, sejak awal peletakan batu pertama oleh gubernur saat itu, yaitu Gamawan Fauzi sudah ada upaya bertukar fikiran dengan tokoh masyarakat dan ulama untuk menentukan nama masjid itu.
Pada saat itu, nama Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi juga masuk menjadi pertimbangan. Namun dalam prosesnya penamaan itu terhenti sampai dimulai kembali oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi.
"Keluarga dan keturunan dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah memberikan izin penggunaan nama itu. Bahkan sebanyak 61 orang keturunan beliau hingga generasi ke-6 telah berada di Sumbar untuk mengikuti peresmian pemberian nama masjid tersebut," katanya.
Ia mengatakan, bersamaan dengan peresmian nama masjid itu, juga diluncurkan buku sejarah pembangunan masjid yang ditulis oleh Hasril Chaniago dan kawan-kawan.
Saat ini, relief nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah terpasang, namun diselubungi dengan kain hitam menunggu prosesi peresmian dilakukan. (Antara)
Berita Terkait
-
Polemik Demo Warga Air Bangis Berujung Viralnya Brimob Masuk Masjid
-
4 Fakta Brimob Masuk Masjid Raya Bersepatu, Benarkah Bukan Injak Tempat Salat?
-
Kapolda Sumbar Bantah Anak Buahnya Injak Tempat Shalat di Mesjid Raya
-
Segera Diadili di Persidangan,Kejaksaan Susun Dakwaan Dua Tersangka Korupsi Masjid Raya Sumbar
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap