SuaraSumbar.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saling serang argumentasi dengan mantan presiden AS Donald Trump dalam debat Pilpres AS 2024 pertama pada Jumat (28/6/2024) dinihari WIB.
Kedua capres saling meyakinkan pemilih dengan menawarkan pendekatan yang sangat bertolak belakang dengan rivalnya masing-masing apabila salah satu dari mereka memenangi pemilu akhir tahun ini.
Dalam beberapa momen debat, kedua capres justru melenceng dan saling menyerang rivalnya dengan pernyataan yang berkelok-kelok.
Biden tampak kesulitan mempertahankan alur pikirannya saat Trump dengan penuh semangat menuturkan sejumlah pernyataan menyesatkan untuk menghindari pertanyaan moderator. Hal ini membuat debat tampak tak seimbang.
Dengan suara seraknya, Biden menyebut Trump sebagai "anugerah" untuk golongan elite terkaya di AS melalui kebijakan "pemotongan pajak terbesar dalam sejarah AS" yang justru memperparah defisit negara.
Biden juga mengklaim bahwa dirinya adalah satu-satunya presiden yang berhasil mencegah "tentara AS tewas di belahan dunia manapun" dalam masa jabatannya.
Padahal, tiga personel militer AS meninggal di Yordania Januari lalu akibat serangan pesawat nirawak oleh milisi pro-Iran, dan 13 personel lainnya tewas dalam bom bunuh diri di Afghanistan saat AS menarik mundur tentaranya dari negara tersebut.
Sementara itu, Trump menyatakan bahwa kepemimpinan Biden merupakan "bencana". Ia menegaskan berkali-kali bahwa "negara kita sedang dihancurkan", sembari mengungkit kondisi ekonomi terkini dan kebijakan imigrasi Biden.
"Kita sedang hidup di neraka. 'Orang Palestina' dan orang-orang lainnya berbuat rusuh di mana-mana," kata Trump, hendak merujuk pada protes pro-Palestina yang merebak di seantero AS di tengah agresi Israel ke Gaza dan dukungan tak henti AS kepada Israel.
Dalam salah satu momen debat yang paling janggal dan tak terduga, Trump malah menyebut Biden sebagai "orang Palestina" yang mencegah Israel menyelesaikan tujuan perangnya di Jalur Gaza, yaitu mengalahkan Hamas.
"Dia mengatakan, satu-satunya pihak yang mau meneruskan perang adalah Hamas. Padahal, yang mau meneruskan perang justru Israel, dan seharusnya Anda biarkan saja Israel maju dan biarkan mereka menyelesaikan 'tugasnya'," kata Trump kepada Biden.
"Tapi dia tidak mau melakukannya. Dia jadi seperti orang Palestina, namun mereka tidak menyukainya karena dia adalah seorang Palestina yang sangat buruk. Dia lemah," ucap Trump.
Kemudian, saat menjawab pertanyaan mengenai kesiapannya mengakui negara Palestina yang merdeka, Trump hanya menjawab singkat. "Saya harus lihat nanti," katanya. (Anadolu/Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Barack Obama Turun Gunung, Sebut Donald Trump 'Rekor Terburuk' Presiden AS
-
Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS
-
Presiden AS Donald Trump Ejek Nama Nabi Muhammad
-
Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar
-
Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar