SuaraSumbar.id - Sejumlah warga menanami sawah terdampak banjir bandang dan lahar Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar dengan ubi dan jagung.
Tanaman jagung dan ubi dinilai lebih cocok dengan kondisi tanah yang gersang karena tingginya tumpukan material banjir bandang yang menimbun sawah.
"Untuk sementara akan ditanami jagung dan ubi karena tingginya material yang menimbun lahan sawah. Tanahnya gersang, juga tidak cocok untuk tanaman padi," kata salah seorang warga Nagari Limo Kaum, Doni Hendra, Jumat (14/6/2024).
Menurut Doni, selain kondisi tanah yang gersang, alasan dia untuk menanam jagung adalah terputusnya aliran irigasi yang selama ini mengaliri lahan sawah.
Dia tidak tahu kapan irigasi tersebut diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat. Diperkirakan memakan waktu yang cukup lama karena belum adanya tanda-tanda pengerjaan dari dinas terkait.
"Irigasi juga rusak, perbaikan menunggu dari dinas PU, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan dikerjakan," katanya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan terkait dengan kerusakan lahan pertanian akibat banjir bandang dan erupsi Gunung Marapi semenjak Desember 2023, pihaknya telah mengajukan reklamasi lahan ke Kementerian Pertanian.
Tercatat, kerusakan lahan pertanian khususnya lahan sawah akibat bencana alam tersebut, seluas 511,52 hektar sehingga berdampak cukup signifikan bagi ekonomi masyarakat.
"Terkait kerusakan lahan pertanian ini kami telah melaporkan langsung ke Kementerian Pertanian, diantaranya reklamasi lahan pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani, bantuan benih dan bantuan alsintan," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Cuaca Buruk, Helikopter Tim Pemantau Lahar Gunung Marapi Gagal Terbang dari Bukittinggi
-
Terus Bertambah, Korban Meninggal Dunia Banjir Lahar Hujan Gunung Marapi Mencapai 50 Orang
-
Update Banjir Lahar Dingin Sumbar: Korban, Kerusakan, Penyebab dan Imbauan BNPB
-
Banjir Sumbar Telan Korban Jiwa, Akun Jokowi hingga Anies Belum Ucapkan Belasungkawa
-
Diterjang Banjir Bandang, Masjid di Sumbar Masih Berdiri Kokoh
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Borong Enam Penghargaan di Asia's Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional
-
BRI Perkuat Ekosistem Digital Bisnis lewat Pembaruan Qlola New Skin
-
BRI Raih Rekor MURI Melalui Kolaborasi Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Tanah Air