Bernadette Sariyem
Kamis, 06 Juni 2024 | 19:37 WIB
Dampak bencana banjir bandang di Tanah Datar. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Lebih dari empat minggu setelah terjadinya banjir bandang yang melanda Tanah Datar, sebanyak 2.931 warga masih terpaksa mengungsi.

Data terbaru yang dirilis oleh Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Tanah Datar pada Kamis (6/6/2024) pukul 08.00 WIB mencatat distribusi pengungsi di beberapa kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Lima Kaum yang mencapai 1.359 jiwa.

Selain itu, Kecamatan X Kota mencatat 327 pengungsi, Kecamatan Rambatan 567 jiwa, Kecamatan Batipuh 171 jiwa, Kecamatan Sungai Tarab 297 jiwa, dan Kecamatan Pariangan 210 jiwa.

Dampak bencana ini juga merusak infrastruktur signifikan di daerah tersebut. Menurut Dinas Kominfo Tanah Datar, sebanyak 78 unit rumah mengalami kerusakan ringan, 29 unit rusak sedang, dan 46 unit rumah rusak berat. Selain itu, 43 rumah dilaporkan hanyut bersama dengan 36 jembatan yang rusak.

Banjir bandang tersebut juga telah menyebabkan kerugian manusia dan material yang cukup besar, dengan 32 orang meninggal dunia, 19 orang mengalami luka ringan, dan 7 orang luka berat. Terdapat juga 10 orang yang masih hilang dan 15 lainnya menderita penyakit akibat banjir.

Fasilitas publik yang rusak termasuk 18 tempat ibadah, 4 unit fasilitas pendidikan, dan 87 sarana perdagangan, serta 1 unit fasilitas kesehatan.

Banjir juga telah merusak lebih dari 412 hektare lahan pertanian, 131 unit irigasi, dan 146 sektor perikanan, serta merusak 10 titik objek wisata dan 9 unit Industri Kecil Menengah (IKM).

Kerugian lainnya mencakup kehilangan 15.038 hewan ternak dan kerusakan pada 51 kendaraan roda empat serta 119 kendaraan roda dua.

Upaya pemulihan masih berlangsung dengan dukungan dari berbagai lembaga dan masyarakat setempat untuk mengatasi dampak bencana ini.

Baca Juga: Banjir Bandang Bikin Sumbar Rugi Rp50 Miliar Sehari, Pedagang Merana

Kontributor : Rizky Islam

Load More