SuaraSumbar.id - Lebih dari empat minggu setelah terjadinya banjir bandang yang melanda Tanah Datar, sebanyak 2.931 warga masih terpaksa mengungsi.
Data terbaru yang dirilis oleh Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Tanah Datar pada Kamis (6/6/2024) pukul 08.00 WIB mencatat distribusi pengungsi di beberapa kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Lima Kaum yang mencapai 1.359 jiwa.
Selain itu, Kecamatan X Kota mencatat 327 pengungsi, Kecamatan Rambatan 567 jiwa, Kecamatan Batipuh 171 jiwa, Kecamatan Sungai Tarab 297 jiwa, dan Kecamatan Pariangan 210 jiwa.
Dampak bencana ini juga merusak infrastruktur signifikan di daerah tersebut. Menurut Dinas Kominfo Tanah Datar, sebanyak 78 unit rumah mengalami kerusakan ringan, 29 unit rusak sedang, dan 46 unit rumah rusak berat. Selain itu, 43 rumah dilaporkan hanyut bersama dengan 36 jembatan yang rusak.
Banjir bandang tersebut juga telah menyebabkan kerugian manusia dan material yang cukup besar, dengan 32 orang meninggal dunia, 19 orang mengalami luka ringan, dan 7 orang luka berat. Terdapat juga 10 orang yang masih hilang dan 15 lainnya menderita penyakit akibat banjir.
Fasilitas publik yang rusak termasuk 18 tempat ibadah, 4 unit fasilitas pendidikan, dan 87 sarana perdagangan, serta 1 unit fasilitas kesehatan.
Banjir juga telah merusak lebih dari 412 hektare lahan pertanian, 131 unit irigasi, dan 146 sektor perikanan, serta merusak 10 titik objek wisata dan 9 unit Industri Kecil Menengah (IKM).
Kerugian lainnya mencakup kehilangan 15.038 hewan ternak dan kerusakan pada 51 kendaraan roda empat serta 119 kendaraan roda dua.
Upaya pemulihan masih berlangsung dengan dukungan dari berbagai lembaga dan masyarakat setempat untuk mengatasi dampak bencana ini.
Baca Juga: Banjir Bandang Bikin Sumbar Rugi Rp50 Miliar Sehari, Pedagang Merana
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Bikin Sumbar Rugi Rp50 Miliar Sehari, Pedagang Merana
-
Jangan Kaget! Data Kerugian Banjir Bandang Agam Berubah Drastis, Ada Apa?
-
Pemko Padang Panjang Pasang Pipa Darurat, Pulihkan Sambungan Air Akibat Banjir
-
Potensi Kerugian Bencana Sumbar Capai Rp 50 Miliar Sehari, Mahyeldi: Jalan Putus Hambat Ekonomi
-
BNPB Hancurkan Batu Besar Sisa Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi di Agam
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dituduh Lecehkan Polwan, Kuasa Hukum AKBP F Ungkap Sejumlah Kejanggalan
-
Kehilangan Kendali Saat Mendahului, Mahasiswa Asal Pekanbaru Tewas di Lima Puluh Kota
-
Dibantu Warga, Kemenhut Berhasil Tangkap Harimau Sumatera Dekat Sekolah di Agam
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan