Bernadette Sariyem
Kamis, 06 Juni 2024 | 16:38 WIB
Banjir di sungai Ngarai Sianok Bukittinggi. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Banjir besar mendadak melanda area sekitar Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatra Barat pada Senin (3/6), menyebabkan kerugian material dengan sejumlah warung dan rumah terendam hingga atap.

Menurut Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, banjir tersebut disebabkan oleh penumpukan sedimen yang signifikan di Sungai Ngarai Sianok, yang berlokasi di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Gubernur menjelaskan bahwa sedimen di sungai telah mencapai ketebalan dua hingga tiga meter di beberapa titik, yang berdampak pada peningkatan debit air saat hujan dan akhirnya meluap ke pemukiman warga.

"Kami telah mengidentifikasi bahwa salah satu penyebab utama adalah runtuhan material dari perbukitan dan sampah yang menumpuk dan menyumbat aliran air," kata Mahyeldi, Kamis (6/6/2024).

Sebagai respons terhadap masalah ini, pemerintah setempat telah mengumumkan langkah-langkah mitigasi dan penanganan, termasuk normalisasi sungai yang akan dilakukan dengan mengeruk sedimen dan menggunakan material tersebut untuk mengokohkan dinding sungai.

Selain itu, Mahyeldi juga menekankan pentingnya penanaman pohon di sepanjang tepian sungai untuk mencegah erosi lebih lanjut dan menstabilkan area tersebut.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir serupa di masa depan dan memastikan keamanan bagi warga di sekitar Ngarai Sianok.

Kontributor : Rizky Islam

Baca Juga: Ngarai Sianok Meluap, Pemkot Bukittinggi Kebut Normalisasi Sungai Antisipasi Banjir Susulan

Load More