SuaraSumbar.id - Penumpukan material pohon tumbang di bagian hulu sungai Batang Anai diduga menjadi penyebab banjir bandang bercampur lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar). Dugaan itu mmerupakan hasil dari analisis dari Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Andalas (Unand) bersama Pusat Tanggap Darurat.
"Banjir bandang ini diperkirakan akibat adanya tumpukan material pohon tumbang di lembah sungai di bagian hulu Batang Anai," kata perwakilan PSB Unand, Prof Febrin Anas Ismail, dikutip Sabtu (18/5/2024).
Prof Febrin Anas menjelaskan, tumpukan material pohon tumbang di bagian hulu sungai lama kelamaan membentuk bendungan alam. Getaran gempa vulkanik dari Gunung Marapi disertai curah hujan yang tinggi, diduga kuat sebagai pemicu runtuhnya bendungan alam tersebut.
Bendungan alam yang roboh tersebut kemudian meluncur deras menjadi banjir bandang atau yang lebih dikenal dengan sebutan galodo oleh masyarakat Minangkabau.
Studi kemasyarakatan yang dilakukan para akademisi dari kampus tertua di luar Pulau Jawa tersebut berhasil mengungkap sejumlah fakta. Pertama, kemiringan dasar sungai Batang Anai tergolong terjal. Hal itu terlihat dari kecepatan air yang relatif tinggi saat kondisi normal.
Kedua, limpahan yang terjadi akibat penyumbatan pada daerah jembatan dan penyempitan alur sungai. Loncatan pada alur yang berkelok terjadi karena pengurangan kapasitas alur sungai sekaligus adanya pengendapan material angkutan.
Selain itu, tim peneliti Unand juga menemukan belum diterapkannya sempadan sungai. Sebagai contoh, masih banyak ditemukan bangunan yang berada di pinggiran sungai.
Tim Unand juga telah menyusun beberapa saran yang ditujukan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Sumatera Barat.
Rekomendasi itu yakni pembangunan sabo-dam di hulu sungai, pembangunan pengontrol kemiringan dasar sungai agar kecepatan air normal, mengembalikan fungsi jalan nasional hingga membuat peraturan tentang sempadan Sungai Batang Anai. (Antara)
Berita Terkait
-
Konferensi Republik Hasilkan 5 Seruan, Soroti Krisis Kepemimpinan hingga Menyempitnya Ruang Sipil
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
KKN Unand Edukasi Warga Lubuk Sikaping soal Tanggap Kejang Demam Anak
-
Bulog Berdiri 58 Tahun, Berikan Kado Istimewa Bagi Bangsa Indonesia
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi