SuaraSumbar.id - Seorang pria berinisial A di Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ditangkap polisi karena tega memperkosa keponakan perempuannya puluhan kali. Kasus yang menggemparkan ini berhasil diungkap oleh polisi setelah korban melapor kepada orang tuanya.
Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, Iptu Rinto Alwi, mengungkapkan bahwa pelaku ditangkap pada 1 Mei 2024.
"Telah kami tangkap seorang pria berinisial A terkait kasus pencabulan dan perkosaan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Limau. Pelaku sendiri adalah paman dari korban," ujar Rinto pada Rabu (15/4/2024).
Kronologi kejadian berawal ketika korban, yang masih duduk di bangku sekolah, tinggal di rumah pelaku.
"Korban tinggal di rumah pelaku. Pada malam hari, pelaku membangunkan korban saat tidur lalu mencabuli korban hingga berujung pada pemerkosaan," kata Rinto.
Peristiwa pertama terjadi pada tahun 2022. Aksi bejat tersebut terus berlanjut hingga mencapai 20 kali antara tahun 2022 hingga 2024. Setiap kali usai memperkosa, pelaku mengancam korban agar tidak mengadu kepada siapapun.
Korban yang tak tahan lagi akhirnya mengadukan apa yang dialaminya kepada orang tuanya.
"Korban mengadu ke orang tuanya. Saat orang tuanya bertanya kepada pelaku, pelaku berkilah," lanjut Rinto.
Tidak puas dengan jawaban pelaku, orang tua korban kemudian melapor ke polisi. Polisi pun melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk menjerat pelaku. Pelaku akhirnya ditangkap dan mengakui semua perbuatannya.
"Pelaku mengakui segala perbuatannya dan diancam kurungan penjara selama 15 tahun," sebut Rinto.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika mengetahui adanya tindak kejahatan seperti ini.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Pemuda di Sungai Geringging Ditangkap karena Kecanduan Pil Anjing
-
Hendrawarman Maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Padang Pariaman
-
Gubernur Sumatra Barat Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Maimunah di Pariaman
-
Tim SAR Temukan Mayat dan Kerangka Manusia di Sungai Batang Anai Pasca Longsor
-
Dua Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sumbar, Satu Tanpa Busana
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
-
PBHI Serahkan Data Baru ke Ombudsman, Soroti Dokumen Kebencanaan Izin Tambang Andesit Kasang
-
Psikolog Ungkap Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman, Berkaca dari Kasus MAN 3 Padang
-
Siswa MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet
-
Fakta Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Dikenal Pendiam dan Sering Absen