SuaraSumbar.id - Sebanyak 50 perusahaan membuka sekitar 1.500 lowongan pekerjaan dalam bursa kerja yang digelar Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) bersama Pusat Pasar Kerja (PaskerID) Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Negeri Padang (UNP).
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, bursa kerja yang digelar itu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran di daerah. Hal itu juga berkorelasi langsung dengan pengurangan angka kemiskinan di Sumbar.
“Angka pengangguran terbuka di Sumbar masih cukup tinggi, yaitu 6,28 persen atau 179,50 ribu orang dari total 5,8 juta warga Sumbar berdasarkan data BPS Agustus 2023. Bursa kerja ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka tersebut," katanya, Selasa (7/5/2024).
Dengan menggelar bursa kerja setiap tahun, kata Mahyeldi, angka kemiskinan bisa terus ditekan. Apalagi disandingkan dengan program lain seperti menciptakan 100 ribu enterpreneur yang mendorong generasi muda untuk menjadi pengusaha.
“Kegiatan bursa kerja ini adalah upaya kita untuk mempertemukan penyedia pekerjaan dengan para pencari kerja. Perusahaan bisa mendapatkan pekerja yang sesuai dengan kebutuhan, sementara pekerja bisa mendapatkan pekerjaan," katanya.
Ia berharap ke depan dinas yang terkait dengan ketenagakerjaaan di kabupaten/kota, Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK dan Perguruan Tinggi, terus menyusun program penempatan tenaga kerja melalui pelaksanaan bursa kerja online dan offline di daerah masing-masing.
Pada kesempatan itu gubernur juga mengucapkan terima kasih atas fasilitasi PaskerID dan UNP dalam pelaksanaan bursa kerja kali ini.
Selain itu, apresiasi juga disampaikan terhadap 50 perusahaan yang membuka peluang kerja dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang digelar di Auditorium UNP tersebut menyedot perhatian ribuan pencari kerja yang datang dari berbagai daerah di Sumbar.
Salah seorang pencari kerja, Atika (24) menyebut ia baru saja menamatkan kuliah pada salah satu perguruan tinggi di Sumbar, namun belum mendapatkan pekerjaan. Ia berharap melalui bursa kerja yang digelar tersebut, ia bisa mendapatkan pekerjaan sesuai latar belakang keilmuan.
"Kalau bisa dapat kerja sesuai latar belakang keilmuan. Tapi kalau tidak pun tidak apa-apa asal bisa mendapat pekerjaan yang cukup baik dari segi penghasilan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bursa Kerja atau Seremonial? Menyoal Job Fair yang Tidak Fair
-
Menaker Bilang Job Fair Sudah Tidak Perlu Lagi
-
IMF: Pengangguran Indonesia Terburuk Kedua di Asia! Apa Kabar Job Fair?
-
Jadwal Bursa Lowongan Kerja UGM Integrated Career Days 2025
-
Kurangin Angka Pengangguran, Pemprov DKI Gelar Jakarta Job Fair 2025
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Keuntungan Membeli TV Coocaa Garansi Resmi di Blibli
-
BNN Sumbar Bekuk 4 Terduga Pengedar Narkoba Lintas Provinsi, 150 Kilogram Ganja Ditemukan
-
Tips Bangun dari Tempat Tidur yang Aman untuk Cegah Nyeri Punggung
-
Viral Tambang Emas Diduga Ilegal di Sijunjung, Aktivitas Lumpuh Diterjang Banjir
-
Ratusan Warga Terisolir Akibat Longsor dan Jalan Putus di Limapuluh Kota