SuaraSumbar.id - Survei pascapencoblosan Pilpres 2024 yang dilakukan oleh Litbang Kompas menunjukkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mendominasi perolehan suara di mayoritas wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil quick count yang tercatat hingga jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk sebanyak 1.661 dari 2.000 sampel TPS, Prabowo-Gibran memimpin dengan angka yang signifikan di atas 50 persen, melebihi dua pasangan lainnya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Menurut survei tersebut, pasangan Anies-Muhaimin mendapatkan dukungan kuat di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.
Namun, perolehan suara mereka di wilayah lain seperti DKI Jakarta dan Banten masih berada di bawah angka Prabowo-Gibran.
Di Jakarta, Prabowo-Gibran unggul dengan perolehan 38,9 persen berbanding 35,5 persen untuk Anies-Muhaimin. Sementara di Banten, Anies-Muhaimin mendapat suara 35,2 persen, sedangkan Prabowo-Gibran meraih 50,7 persen.
Dalam konteks geografis yang lebih luas, Prabowo-Gibran unggul di semua gugus pulau berdasarkan hasil survei setelah pencoblosan.
Mereka mendapatkan dukungan suara hingga 52,3 persen di Jawa, 54,7 persen di Sumatera, dan 51,6 persen di Bali-Nusa Tenggara.
Bahkan, suara pasangan ini unggul dengan selisih cukup signifikan atau mencapai di atas 60 persen di gugus Pulau Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku-Papua.
Di Provinsi Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, Prabowo-Gibran juga mendominasi. Di Jawa Tengah, mereka mendapatkan suara terbesar dan unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud dengan 45,5 persen berbanding 30,6 persen.
Baca Juga: Begini Cara Prabowo-Gibran Membobol Kandang Banteng
Di Jawa Barat, dukungan suara untuk Prabowo-Gibran mencapai 54 persen, dan di Jawa Timur mereka unggul mutlak dengan 60,1 persen.
Hasil ini memenuhi syarat untuk memenangkan pilpres dalam satu putaran, dimana pemenang juga harus dapat menguasai lebih dari 50 persen jumlah provinsi dengan raihan suara minimal 20 persen.
Persyaratan penguasaan suara terkait sebaran geografis relatif sudah terpenuhi oleh pasangan Prabowo-Gibran.
Quick count Pemilihan Presiden 2024 menunjukkan perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran telah mencapai 58,73 persen, sementara Anies-Muhaimin mendapatkan 25,10 persen dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 16,17 persen, dengan jumlah sampel masuk sebesar 88,45 persen pada pukul 21.21.
Dengan hasil ini, Pilpres 2024 diprediksi akan berlangsung satu putaran, menegaskan dominasi Prabowo-Gibran di kancah politik nasional.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Begini Cara Prabowo-Gibran Membobol Kandang Banteng
-
Prabowo-Gibran Unggul Quick Count, PDIP: Kami Justru Lebih Bersemangat Ungkap Kecurangan
-
Presiden PKS: Jangan Terprovokasi, Kawal Terus Suara Anies-Muhaimin
-
Anies-Cak Imin Kalah Quick Count, Nasdem Belum Mau Rekonsiliasi dengan Prabowo-Gibran
-
Real Count KPU, Anies-Muhaimin Telak Unggul di Sumatera Barat, Raup 57,9% Suara
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM