SuaraSumbar.id - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga kesejukan dan kedamaian pada masa penghitungan suara Pemilu 2024.
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, dalam keterangan resminya pada Kamis (15/2/2024), mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang bisa memecah belah persatuan.
Ahmad Syaikhu juga mengajak para pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, untuk terus mengawal proses penghitungan dan rekapitulasi suara dengan penuh tanggung jawab hingga pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
PKS, yang memiliki simbol padi dan bulan sabit, menekankan pentingnya kerja profesional dan baik oleh seluruh penyelenggara pemilu dalam menanggapi berbagai laporan dari masyarakat.
Menurut Ahmad Syaikhu, keberhasilan pemilu tidak hanya diukur dari hasil yang dicapai, melainkan juga dari proses yang berlangsung secara transparan dan menghormati prinsip-prinsip demokrasi.
"Kita tentu menginginkan hasil pemilu yang adil dan jujur agar kualitas demokrasi bangsa kita semakin maju," ujar Ahmad Syaikhu.
Dengan demikian, PKS berharap pemilu ini dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mewakili keinginan rakyat Indonesia.
Kontributor : Rizky Islam
Baca Juga: Real Count KPU, Anies-Muhaimin Telak Unggul di Sumatera Barat, Raup 57,9% Suara
Berita Terkait
-
Real Count KPU, Anies-Muhaimin Telak Unggul di Sumatera Barat, Raup 57,9% Suara
-
Anies-Muhaimin Dominasi Hitung Suara Sementara Pilpres 2024 di Kota Pariaman
-
Unggul di Nasional, Prabowo-Gibran Akui Kekalahan di Sumatera Barat
-
Real Count KPU, Rekap Suara Partai untuk DPRD Sumbar: PKS Unggul Sementara
-
Hendro Damuci Laporkan Caleg PKS ke Polisi karena Bilang 'Bungus Terpencil'
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Polwan Diduga Dilecehkan Perwira Berpangkat AKBP, LBH Padang Kecam Penghentian Kasus
-
Sakit Kepala Saat Bangun Tidur? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Ini