SuaraSumbar.id - Seorang bule diganggu seorang pria saat ngevlog di Masjid Nurul Islam Koto Kayu Jao yang berada di Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam vlognya, bule itu kagum dengan keindahan bangunan masjid tertua di Sumbar itu. Lantas, ia pun ingin mengeksplore melalui video. Sayangnya, baru memasuki gerbang masjid, bule tersebut lalu dihampiri oleh seorang pria bertopi.
Si bule sempat menanyakan nama pria itu sembari berjalan ke halaman masjid. Namun, pria yang belum dieketahui namanya itu tak menghiraukan. Ia malah menyampaikan perkataan kotor dalam bahasa Minang.
Tak hanya itu, si pria yang terus mengikuti bule ini malah memasukkan tangannya ke dalam celana. Dalam video tersebut, tampak pria ini sedang masturbasi alias onani.
"Ini apa (maksudnya)," kata bule sambil geleng-geleng kepala.
"No, please don't touch me," kata bule itu karena merasa risih setelah si pria mencoba menggapai tangannya.
Plt Wali Nagari (Kepala Desa) Batang Barus, Syafri Anton, mengaku kaget dengan viralnya video wisatawan mancanegara itu karena mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan. Apalagi, terjadi di area masjid tertua di Sumbar.
Anton menduga, pria yang ada di dalam video memiliki keterbelakangan mental. Ia juga memastikan bahwa pria tersebut bukan warganya.
"Keterbelakangan mental sepertinya. Dia juga bukan warga situ. Sebelumnya tidak pernah terlihat di nagari kami. Kami tidak tahu, kemungkinan orang gangguan mental yang kebetulan lewat," katanya, Kamis (4/1/2023).
Baca Juga: Anies Baswedan Makan Nasi Bungkus Bareng Petani Solok Sambil Dialog, Netizen: Merakyat Banget
Anton menyebutkan lokasi masjid tua itu berada persis di pinggir jalan. Sehingga, bisa saja si pria dalam video itu kebetulan lewat lalu masuk ke area masjid.
"Kami rasa kebetulan saja ada di sana, di depan masjid jalan umum, pas ada bule juga di sana. Mungkin karena bule, juga dia ada di sana," imbuhnya.
Ia sangat menyayangkan insiden ini terjadi, apalagi yang mengalami wisatawan mancanegara. Peristiwa ini sangat mencoreng daerahnya.
"Ini mencoreng nama kampung dan masjid tua ini. Sangat disayangkan kejadian ini, padahal bule itu mempromosikan masjid tua," ujarnya.
Anton berharap kejadian ini tak terulang. Ia juga meminta bagi wisatawan agar dapat menemui pengurus masjid atau warga lokal untuk mendampingi.
"Kalau dapat ke depan ada yang mendampingi, baik dari pengurus masjid atau warga setempat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pascabanjir Aceh Tamiang: Santri Darul Mukhlisin Siap Kembali ke Sekolah Berkat Kementerian PU
-
Jalan Nasional Aceh Tamiang Dikebut Pulih, Tim Kementerian PU Kerja Lembur Siang-Malam
-
Jalan Nasional MedanAceh Tamiang Kembali Pulih, Aktivitas Warga Mulai Bangkit Usai Banjir Bandang
-
Jembatan Krueng Tamiang Akhirnya Dibuka, Arus Lalu Lintas Aceh Tamiang Kembali Bergerak Lancar
-
Jalur Vital MedanAceh Tamiang Akhirnya Normal Lagi, Warga Bahagia: Kami Bisa Jualan Lagi!