Tasmalinda
Senin, 01 Januari 2024 | 17:57 WIB
Thomas Lembong co captain AMIN yang merupakan penulis pidato Jokowi

SuaraSumbar.id - Nama Thomas Lembong makin dibahas publik di media sosial. Sosok pengusaha keturunan Tionghoa ini kekinian menjadi pendukung Capres Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN). 

Pria yang pernah menjadi Menteri Perdagangan ini dikenal sebagai penulis pidato=pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang ikonik. Berikut sejumlah pidato-pidato Jokowi yang ditulis Thomas Lembong.

Dua pidato Jokowi yang menarik perhatian dunia karena ditulis Thomas Lembong “Game of Thrones” pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018, dan pidato “Thanos” di Forum Ekonomi Dunia. Kedua pidato ini dianggap sangat cermat memposisi Indonesia dalam perekonomian global.

Pidato Game of Thrones dibacakan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Plennary Meeting, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali pada Jumat, 12 Oktober 2018.

Jokowi menyinggung soal Game of Thrones:

Atas nama masyarakat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian, dukungan dan bantuan dari saudara-saudara kira dari seluruh penjuru dunia untuk masyarakat NTB dan Sulawesi Tengah yg menjadi korban gempa dan tsunami. Hal ini menunjukkan persaudaraan kita sangat erat, persaudaraan untuk kemanusiaan  dan persaudaraan untuk menyelesaikan masalah bersama kita.

Sepuluh tahun yang lalu,  kita mengalami Krisis Finansial Global. Berkat langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal yang luar biasa, yang membutuhkan keberanian politik yang besar. Saudara-saudara para pembuat kebijakan telah menyelamatkan dunia dari depresi global yang pada waktu itu sudah di depan mata. Untuk itu, kami menyampaikan selamat atas kesuksesan Saudara-saudara dalam mengatasi Krisis Finansial Global tahun 2008.

Setelah 10 tahun berlalu, kita tetap harus waspada terhadap meningkatnya risiko dan kesiap-siagaan kita dalam mengalami ketidak-pastian global. Seperti yang disampaikan Nyonya Lagarde, terdapat banyak masalah yang membayangi perekonomian dunia.

Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat, namun di banyak negara terdapat pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil. Perang Dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa: Winter is Coming.

Baca Juga: Banjir di Limapuluh Kota Rendam Ribuan Rumah hingga Sekolah dan Rumah Ibadah, Jalan Sumbar-Riau Sudah Bisa Dilewati

Hadirin yang berbahagia,

Dalam beberapa dekade terakhir ini, negara ekonomi maju telah mendorong kami, negara ekonomi berkembang,  untuk “membuka diri”, dan ikut dalam Perdagangan Bebas dan Keuangan Terbuka.

Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional ini telah memberikan banyak sekali keuntungan, baik bagi negara maju maupun negara berkembang. Berkat kepeduliaan dan bantuan negara ekonomi maju, kami negara-negara berkembang mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Namun, akhir-akhir ini, hubungan antar-negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”.

Balance of power dan aliansi antar-negara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan. Lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah, seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

Hadirin Yang Terhormat,

Load More