SuaraSumbar.id - Antropolog Universitas Andalas (Unand) Padang, Lucky Zamzami menekankan pentingnya para nelayan di Indonesia memperhatikan pemilihan atau pengembangan alat tangkap yang selektif dalam praktik berkelanjutan penangkapan ikan.
“Pengembangan alat yang selektif ini bisa memungkinkan penangkapan spesies yang ditargetkan sambil mengurangi tangkapan ikan yang tidak diinginkan atau yang belum matang,” kata Lucky, dikutip dari Antara, Rabu (29/11/2023).
Dia mengatakan, keterlibatan generasi muda juga merupakan praktik berkelanjutan yang penting dalam upaya pengelolaan sumber daya kelautan.
Lucky meyakini bahwa anak muda memiliki potensi untuk meneruskan arus inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dalam praktik berkelanjutan penangkapan ikan.
Praktik selanjutnya, kata dia, dengan memberikan pelatihan dan edukasi kepada para nelayan tentang cara penangkapan ikan berkelanjutan yang menjadi landasan penting dalam usaha menjaga ekosistem kelautan.
“Pengetahuan lokal harus diperdalam serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan juga lebih ditingkatkan lagi,” ungkapnya.
Kemitraan antara nelayan, ilmuwan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), kata dia dapat menjadi wadah penting dalam menggabungkan pengetahuan tradisional dengan data ilmiah.
Dia menegaskan bahwa penghormatan yang mendalam terhadap laut sebagai sumber kehidupan tidak bisa dilepaskan dari kehadiran spiritual yang kuat seperti tradisi keagamaan, ritual dan acara adat.
“Masyarakat pesisir juga sering merayakan kehidupan laut melalui festival dan perayaan khusus yang menghormati tradisi pesisir seperti lomba perahu, ritual keagamaan, atau pertunjukan seni yang terinspirasi oleh laut,” kata Lucky.
Dia menambahkan bahwa melalui pelestarian budaya, pengetahuan tradisional tentang sumber daya alam dapat dipertahankan, termasuk pengetahuan tentang flora dan fauna laut, siklus musim, dan pola cuaca.
Berita Terkait
-
Konferensi Republik Hasilkan 5 Seruan, Soroti Krisis Kepemimpinan hingga Menyempitnya Ruang Sipil
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
KKN Unand Edukasi Warga Lubuk Sikaping soal Tanggap Kejang Demam Anak
-
Bulog Berdiri 58 Tahun, Berikan Kado Istimewa Bagi Bangsa Indonesia
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih