SuaraSumbar.id - Oknum dosen Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, inisial KC yang melakukan pelecehan seksual terhadap delapan mahasiswi akhirnya dipecat.
Pemecatan KC berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mendikbud yang diterima pada Oktober 2023. Pemecatan tersebut dibenarkan Sekretaris Unand Henmaidi Alfian.
Setelah menerima perintah pemecatan, kata Henmaidi, proses selanjutnya diserahkan kepada bagian SDM dan juga telah diserahkan kepada yang bersangkutan (KC).
"Itu (perintah pemecatan) diterima Unand akhir Oktober 2023. Bagian SDM sudah menyerahkan surat itu kepada yang bersangkutan," katanya kepada SuaraSumbar.id, Sabtu (25/11/2023).
Tak hanya sebagai dosen, ucap Henmaidi, status KC sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sudah dicabut dan itupun sudah diberikan kepada KC.
"Kedua-duanya sudah dicabut. Baik statusnya sebagai dosen maupun sebagai ASN," jelasnya.
Diketahui, kasus ini mencuat setelah viralnya rekaman suara KC terhadap seorang mahasiswi di rumah dinas kediamannya. Dalam rekaman itu, KC mengancam tidak akan meluluskan korban dalam mata kuliah yang diajarnya.
Rekaman itu lalu diunggah oleh Instgaram @infounand dan mendapat perhatian publik. Sebelum viral, kasus itu sudah dalam penanganan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unand.
Usut punya usut, ternyata korban pelecehan oleh dosen KC tak hanya seorang, sebelumnya juga terdapat korban-korban lain yang dilecehkan oleh KC bahkan ada yang sampai diperkosa.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Demokrat Sumbar Pasang Target Rebut Kembali Kursi DPR RI yang Hilang
-
Polwan di Sumbar Diduga Dilecehkan Perwira Berpangkat AKBP