SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa orang-orang yang suka melakukan tindakan perundungan atau bullying adalah orang yang tidak Pancasilais.
Hal itu dinyatakan Mahyeldi mengomentari fenomenal kasus bullying yang makin sering terjadi di Indonesia.
"Akar dari perundungan itu adalah karena tidak memiliki rasa saling menghargai, tidak menghormati, dan minim toleransi. Semua nilai-nilai itu ada dalam Pancasila. Karena itu orang yang suka merundung adalah orang yang tidak Pancasilais," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (3/10/2023).
Menurut Mahyeldi, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila saat ini sudah mulai memudar, terutama di kalangan generasi muda.
"Bahkan ada yang sudah tidak hafal lima sila dalam Pancasila. Tentu sulit mengharapkan mereka bisa mengenal nilai-nilai di dalamnya," ujar Mahyeldi.
Khusus untuk Sumatera Barat, ia menyebut Pancasila sebenarnya sudah lekat dengan keseharian masyarakat. Semua sila dalam Pancasila diamalkan oleh masyarakat Minangkabau karena sejalan dengan adat budaya yang berfalsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".
"Falsafah hidup orang Minangkabau sudah jelas sejalan dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan itu telah menjadi keseharian dalam lingkungan sosial masyarakat," ujarnya.
Demikian juga dengan sila kedua, ketiga, hingga kelima. Semua sudah sejalan dengan nilai adat dan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau.
"Karena itu, orang Minangkabau seharusnya jauh dari sikap yang suka melakukan perundungan," katanya.
Baca Juga: Bikin Adiknya Memar, Kakak Korban Bullying di Cilacap Minta Keadilan: Sekelas Anak SMP Sangat Brutal
Namun kalau kasus itu tetap terjadi di Sumbar, maka ia menilai selain nilai-nilai Pancasila yang memudar, pemahaman generasi muda tentang adat dan budaya sendiri juga sudah mulai luntur.
"Perlu upaya bersama untuk kembali mengenalkan nilai-nilai itu kepada generasi muda sebagai pedoman untuk mengarungi kehidupan," ujarnya.
Ia menyebut Pemprov Sumbar memiliki Dinas Kebudayaan yang salah satunya tugasnya untuk menggali dan meningkatkan kembali pemahaman masyarakat tentang kearifan yang terkandung dalam adat dan budaya.
"Kita berharap, melalui Dinas Kebudayaan ini, generasi muda Sumbar kembali bisa mengenal budaya sendiri, mengenal Pancasila sehingga tidak ada lagi terjadi lagi kasus perundungan," katanya.
Selain itu melalui Dinas Pendidikan, kata dia, juga dilakukan pembinaan kepada siswa tingkat SLTA, salah satunya dengan melaksanakan wirid remaja 2 kali dalam sebulan di masjid.
Berita Terkait
-
Gegara Ulas Prestasi Pelaku Bullying, Kepsek SMPN 2 Cimanggu Jadi "Bulan-bulanan" Netizen
-
Reaksi Orangtua Korban Bully Siswa SMP di Cilacap Ngamuk hingga Menjerit
-
Histeris! Ibu Korban Bullying di SMP Cimanggu Ngamuk Bertemu dengan Pelaku di Kantor Polisi
-
Beredar Video Lain Bullying dan Penganiayaan Murid SMP di Cilacap, Netizen Curiga: Ini Memang Geng Mereka
-
Jadi Tersangka Kasus Bullying di Cilacap, Ternyata MK Pernah Juara Tartil Alquran
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Kebakaran Hebat Dekat Stasiun Lambuang Bukittinggi, 3 Warung Ludes
-
Revans Membara Jelang Semen Padang FC vs Arema FC, Sama-sama Berebut Angka!
-
CEK FAKTA: Pemerintah Tarik Gas LPG 3 Kg Mulai Ramadhan 2026, Benarkah?
-
Pelabuhan Teluk Tapang Dapat Kucuran Dana Rp 83 Miliar, Investor Sawit Berebut Lahan di Sumbar