SuaraSumbar.id - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), telah melaksanakan puasa Ramadhan 1444 Hijriah/2023 hari ini, Selasa (21/3/2023). Mereka mengawali dengan shalat tarwih perdana pada Senin (20/3/2023) malam di Surau Baru, Jalan Dr Muhammad Hatta, Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Padang.
Imam Surau Baru Kota Padang, Zahar Malin Parmato mengatakan, penetapan 1 Ramadan 2023 dilaksanakan melalui metode hisap munjid dan bukan dengan cara rukyat atau melihat bulan.
"Biasanya selisih tiga hari dengan penetapan dari pemerintah yang menggunakan metode rukyah dan informasinya dilaksanakan pada hari Rabu," katanya.
Untuk menentukan bulan suci Ramadhan, kata Zahar, jemaah Tarekat Naqsabandiyah berpatokan dengan penetapan puasa tahun terdahulu. Selanjutnya, dikuatkan dengan pendapat semua guru.
"Setelah itu, barulah dilihat berapa besar bulan pada bulan Rajab. Perlu juga diperhatikan bulan itu kapan terbitnya dan kapan terbenamnya," jelasnya.
Menurutnya, langkah terakhir dengan melihat cuaca dan angin pada pertukaran bulan dengan bertanya kepada masyarakat yang tinggal di pinggir pantai.
"Kita tanya jam berapa ombak besar atau pasang pada pertukaran bulan. Biasanya kita melihatnya sekitar pukul 01.00 WIB sampai pagi hari," tutupnya.
Untuk diketahui, metode hisab munjid yang dilakukan tarekat Naqsabandiyah dalam menentukan awal puasa Ramadhan berlandaskan kitab munjid yang telah dipercayai sejak turun-temurun oleh jemaah Naqsabandiyah.
Penghitungan setiap bulan hijriah ada 29 hari dan 30 hari. Setiap tahun, jumlah itu selalu berselang-seling. Dalam menentukan awal ramadan, Naqsabandiyah juga memiliki tim sendiri yang telah berunding sejak bulan Rajab.
Baca Juga: Idul Fitri 12 Mei 2021, Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Tetap Salat di Masjid
Metode penentuan awal Ramadhan ala Naqsabandiyah ini juga pernah diperlombakan di Kota Mekah pada tahun 1911 lalu oleh guru Naqsabandiyah yaitu Haji Rasul (Ayah Hamka). Lalu Haji Munir, Labai Zainuddin, Inyiak Djambek.
Metode hisab Naqsabandiyah keluar sebagai pemenang dalam lomba tersebut. Setelah itu, diakuilah oleh Raja Husain yang memimpin kala itu sebagai metode melihat awal Ramadhan.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Rayakan Idul Fitri Hari Ini, Jamaah Naqshabandiyah Padang Salat Ied dan Silaturahmi
-
Rayakan Lebaran Lebih Cepat, Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang Gelar Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah
-
Tarekat Naqsabandiyah di Sumut Puasa Mulai Jumat 1 April 2022
-
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang Mulai Puasa 1 April 2022, Tetapkan 1 Ramadhan Lewat Metode Hisab Munjid
-
Tarekat Naqsabandiyah Gelar Salat Idul Adha Pagi Ini
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Jangan Main-main! Travel yang Berangkatkan Jamaah dengan Visa Non Haji Akan Ditindak
-
Waspada! Obat Tetes Mata Mengandung Steroid Bisa Picu Katarak
-
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai
-
79 Rumah di Adonara Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4,7
-
Tegas! KPID Sumbar Perketat Pengawasan Konten LGBT