Sejatinya, lelaki 61 tahun itu sudah pulang sejak pukul 17.00 WIB, seperti hari-hari biasanya. Namun, sejak 5 lima hari jelang perayaan Tahun Imlek 2574 yang jatuh pada hari Minggu (22/2/2023), ayah tujuh orang anak itu terpaksa bekerja hingga larut malam.
"Tugas saya di sini hanya bersih-bersih bagian dalam dan luar ruangan. Kalau untuk kebutuhan perapian berdoa, itu ada lagi petugasnya," katanya.
Ramli berdarah campuran Nias dan Tionghoa. Ia memeluk agama Islam dan fasih berbahasa Minang. Menurutnya, hampir setiap waktu orang-orang warga Minang di Padang, maupun luar Padang datang berkunjung ke kelenteng. Mereka datang untuk berswafoto di area kelenteng.
"Kalau mau Imlek itu ramai sekali. Semuanya berbaur. Tidak ada yang membeda-bedakan. Saya pun pekerja Muslim di sini juga diperlakukan baik oleh pengurus kelenteng," katanya.
Baca Juga: Kasus Curanmor di Padang, Hasil Curian Dijual ke Pertambangan dan Perkebunan
Sekitar pukul 20.15 WIB, Kelenteng See Hin Kiong makin sesak pengunjung. Ratusan orang berdesak-desakan berdiri hingga ke pagar. Tak sedikit pula yang rela duduk di atas pagar kelenteng demi menyaksikan ragam pertunjukan kesenian khas Tionghoa. Sorak-sorai kebahagiaan menggema dari dalam kelenteng.
Dari pantauan SuaraSumbar.id, mereka yang berdesakan di dalam kelenteng berasal dari berbagai etnis dan agama. Semua terlihat dari warna kulit hingga pakaian yang digunakan. Selain warga etnis Tionghoa, perempuan-perempuan berjilbab juga meramaikan pesta menyambut Tahun Baru Imlek itu.
Menariknya, ciloteh dari sudut ke sudut kelenteng tetap berbahasa Minang. Hanya sesekali terdengar percakapan berbahasa Cina ketika warga keturunan itu mengobrol sesama mereka.
Sebuah tarian tradisi Cina mengiring kemeriahan malam itu. Tarian itu dibawakan oleh 4 perempuan cantik berpakaian khas Tionghoa. Mereka menari menggunakan selendang di tengah anak-anak dan orang dewasa yang mengitarinya. Momentum keakraban antar etnis betul-betul terasa dalam pertunjukan kesenian itu. Di tengah antusiasme masyarakat, banyak juga yang sibuk mengabadikan momen lewat telepon pintar.
Setelahnya, satu persatu barongsai hingga pertunjukan naga muncul menghibur pengunjung. Barongsai merupakan tarian tradisional asal Cina menggunakan sarung menyerupai singa yang sudah dikenal luas masyarakat dunia. Paling tidak, ada tiga kali atraksi berlangsung dengan warna barongsai berbeda hingga 22.35 WIB malam itu.
Baca Juga: Ungkap Kasus Curanmor di Padang, Polisi Amankan 20 Sepeda Motor dan Satu Unit Pikap
Di tengah keriuhan pesta atraksi budaya Tionghoa, pengunjung bernama Wulan Novita mengerang kesakitan. Ibu jari kakinya tertimpa papan karangan bunga yang berjejer di bagian luar pagar Kelenteng See Hin Kiong. Semua terjadi lantaran sebagian pengunjung berdesakan naik ke atas pagar hingga menyenggol papan karangan bunga sampai terjatuh.
Berita Terkait
-
Unik! Masjid Arab di Tengah Pecinan Makassar, Jemaahnya Hanya Pria
-
Warna-warni Cap Go Meh Tanjung Selor: Barongsai dan Mobil Hias Memukau Warga
-
Semarak Perayaan Pawai Cap Go Meh di Pecinan Glodok
-
Mengintip Perayaan Cap Go Meh di Kawasan SCBD
-
Ada Barongsai di Rumah, Sarwendah Rayakan Imlek Bareng Jordi Onsu
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!
-
Kronologi Nenek dan 2 Cucu Hilang di Pantai Tiku Agam hingga Ditemukan Seperti Ini
-
4 Tips Aman Berkendara Saat Arus Balik Lebaran 2025 dari Polda Sumbar
-
BRI Raih Penghargaan Best Social Loan di The Asset Triple A Awards 2025
-
2 Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Bukittinggi-Payakumbuh saat Lebaran