SuaraSumbar.id - Notaris diminta berhati-hati dalam melahirkan produknya. Sebab, produk notaris harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Pesan itu disampaikan Kakanwil Kemenkum dan HAM Sumbar, Haris Sukamto pada seminar Notaire Series Spesial Momen, Sabtu (11/2/2023) di Padang.
Menurutnya, notaris harus mampu menjaga marwah dan jabatan yang diamanahkan negara. Seharusnya menjadi harga yang mahal karena amanah, bukan sebaliknya menjadi murah.
"Janganlah upaya menarik klien itu dilakukan dengan berbagai cara dilakukan. Padahal di dalamnya ada sebuah martabat dipertaruhkan,"pesannya.
Untuk itu, Haris berharap guyub rukun INI Sumbar harus ditingkatkan. Ada tugas yang harus dilaksanakan. Karena, yang membesarkan INI sendiri adalah anggotanya.
Banyak notaris yang sudah mendapatkan panggilan penyidik. Padahal sudah banyak perlindungan yang diberikan negara pada notaris, melalui undang-undang. Ini harus menjadi catatan bersama.
"Kita dijaga oleh banyak hal. Produk notaris harus dijaga rahasianya. Penyidik juga tidak bisa meminta begitu saja. Hanya karena saking takutnya dipanggil, penyidik. Begitu mudahnya menyerahkan akta pada penyidik,"pesannya lagi.
Karena kemampuan Mejelis Kehormatan Notaris Wilayah (MKNW) sangat terbatas. Keberadaan Majelis Pengawas Daerah (MPD) harus menjadi penjamin kualitas notaris. MPD bukan mencari kesalahan notaris, tapi unsur pembinaannya harus lebih besar.
"Kadang-kadang MPD hadir untuk mencari kesalahan. Bukan untuk itu, tapi pembinaan. Tertiblah kawan-kawan notaris seperti penomoran akta. Proses pelaporan dibundel dan dijilid,"jelasnya.
Baca Juga: Keceriaan Fun Futsal Peradi Solo versus Notaris, Menang Nomor Dua, Gayeng yang Utama
Majelis Pegawas Pusat Ikatan Notaris Indonesia (MPN INI) Tri Firdaus Akbarsyah mengatakan apa yang dilakukan Pengwil INI Sumbar untuk meningkatkan kapasitas notaris sangat tepat. Langkah itu hendaknya menjadi percontohan bagi pengurus wilayah lainnya.
"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini saja. Tapi setiap bulan atau triwulan harus dilakukan. Karena manusia memiliki keterbatasan. Mereka harus di segarkan ingatannya. Kita harus sering-sering melakukan pembinaan pada anggota,"ujarnya.
Menurutnya, INI akan melakukan sejumlah perbaikan dalam regenerasi notaris. Ke depan katanya, untuk menjadi Anggota Luar Biasa (ALB) Notaris harus lulus tes. Langkah itu karena standar pendidikan strata dua yang diperoleh tidak sama. Masing-masing kampus punya standar berbeda.
Untuk itu, diperlukan tahapan yang lengkap dan terukur agar notaris lebih berkualitas. Dulu tamat strata dua, raih keterangan magang, kemudian diangkat. Sekarang sudah mulai dari ALB, magang di notaris, magang bersama, ujian kode etik, PPKJN harus memenuhi sejumlah persyaratan lainnya.
"Tahapan itu diberikan bukan untuk mempersulit. Tapi untuk memperbaiki kualitas notaris. Bisa dilihat, ada pendidikan MKn, sekolahnya jarang. Seperti full satu hari, atau sabtu minggu. Jelas ini kualitasnya berbeda-beda,"pungkasnya.
Majelis Kehormatan Notaris Wilayah (MKNW) Sumatera Barat, Prof. Zainul Daulay menyarankan INI hendaknya memiliki standar profesi. Instrumen organisasi yang ada saat ini sudah cukup kuat, hanya perlu dilengkapi dengan standar profesi.
Berita Terkait
-
Kementerian ATR/BPN dan Kemenkumham Teken Kerjasama Terkait PPAT dan Notaris, Ini Rinciannya
-
Oknum Notaris di Singaraja Ditahan di Polsek Seririt
-
Masuk Sekolah, Kemenkumham Sumbar Kenalkan Siswa Soal Kekayaan Intelektual
-
Kemenkumham Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif di Sumbar Daftarkan Kekayaan Intelektual
-
10 WNA Dideportasi dari Sumbar, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
5 Lipstik Glossy Tahan Lama, Kilau Mewah dan Harga Terjangkau
-
7 Lipstik Merah Favorit, Cocok Dipakai Sehari-hari
-
Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 128, Bahas Pelestarian Bahasa Ibu di Perkotaan
-
Pemerintah Kebut Sumur Bor di Masjid Sumbar Jelang Ramadhan, Ini Alasannya
-
CEK FAKTA: Viral Jokowi Berdoa di Kuil Hindu Tirumala India, Benarkah?