-
Kunci jawaban membantu siswa memahami pelestarian bahasa ibu.
-
Bahasa daerah menghadapi tantangan besar di lingkungan perkotaan.
-
Peran keluarga penting dalam menjaga bahasa daerah.
SuaraSumbar.id - Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 128 Kurikulum Merdeka menjadi salah satu materi yang banyak dicari siswa SMP sebagai panduan memahami pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN).
Mata pelajaran ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap kebangsaan, serta kepedulian terhadap nilai budaya di tengah masyarakat.
Dalam penerapan Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 128 Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran aktif yang mendorong siswa berpikir kritis dan mampu mengaitkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Salah satu topik yang dibahas adalah tantangan pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah, khususnya di wilayah perkotaan yang semakin majemuk.
Melalui Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 128 Kurikulum Merdeka, siswa diajak menganalisis bacaan “Bahasa Ibu yang Dirindu” yang membahas perubahan pola penggunaan bahasa di masyarakat.
Lingkungan kota yang multietnis dan multibahasa membuat bahasa Indonesia maupun bahasa asing lebih dominan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 128 Kurikulum Merdeka pada bagian “Ayo, Menganalisis” yang dikutip dari buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX karya Yudha Dana Prahara dkk., terbitan 2021 halaman 128.
Pertanyaan pertama membahas tantangan melestarikan bahasa ibu di wilayah perkotaan. Tantangan utamanya adalah kondisi masyarakat yang heterogen sehingga penggunaan bahasa daerah semakin berkurang.
Banyak anak lahir dan tumbuh di kota tanpa interaksi intens dengan keluarga besar di kampung halaman. Selain itu, kekhawatiran orang tua bahwa bahasa daerah dapat menghambat penguasaan bahasa Indonesia atau bahasa asing turut memengaruhi rendahnya penggunaan bahasa ibu.
Pertanyaan kedua menyoroti peran keluarga dalam membiasakan bahasa daerah. Setiap keluarga dapat mengajarkannya melalui percakapan sehari-hari di rumah, seperti yang dilakukan Mellani dan Lenti Sitorus.
Orang tua dianjurkan konsisten menggunakan bahasa daerah, mengenalkan kosakata sederhana sejak dini, serta memberi ruang anak untuk belajar tanpa takut salah. Bahasa daerah juga bisa diperkenalkan lewat cerita, seni, musik, dan tradisi keluarga.
Pertanyaan ketiga mengulas kondisi penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekitar. Bahasa daerah masih digunakan oleh orang tua dan dalam acara adat, namun di kalangan anak muda mulai berkurang karena dominasi bahasa Indonesia dan bahasa gaul.
Meski demikian, bahasa daerah tetap hadir dalam kegiatan budaya dan komunikasi dengan generasi yang lebih tua.
Pada pertanyaan terakhir, siswa diminta memaparkan cara efektif melestarikan bahasa daerah. Pembiasaan sejak kecil, pengaitan dengan kegiatan menarik seperti seni dan media kreatif, serta dukungan sekolah dan komunitas menjadi langkah penting agar bahasa daerah tetap relevan bagi generasi muda.
Demikian pembahasan Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 128 Kurikulum Merdeka yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi belajar mandiri. Kunci jawaban ini digunakan sebagai bahan evaluasi dan pembanding, bukan sebagai jalan pintas dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Berita Terkait
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Memahami Institusi Pendidikan di Era Digital, Jangan Hanya Percaya Hasil Pencarian
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah
-
Banjir Terjang Kota Padang, 2.033 Warga Dievakuasi
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui