SuaraSumbar.id - Banyak situs sejarah, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar), dibiarkan terbengkalai dalam kemuraman berlarut-larut. Dengan begitu, orang-orang yang berkunjung kadang menjadi tidak berkesan.
Kebanyakan situs bersejarah seperti bangunan mati. Padahal, ia pernah memainkan peran begitu penting di masanya, dan bahkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat hari ini.
“Cagar budaya bukan sekedar artefak, ia juga bisa jadi ruang aktivitas sosial-budaya,” terang Aidil Usman, salah satu anggota komunitas Indarung Heritage Society, Selasa (15/11/2022).
Saat ini, Indarung Heritage Society tengah berupaya menghidupkan kembali bekas Pabrik Indarung I yang merupakan cikal bakal pabrik semen pertama di Asia Tenggara ini. Bukan dihidupkan sebagai pabrik semen, namun sebagai ruang perjumpaan sekaligus ruang berkembangnya ekonomi kreatif.
“Untuk mewujudkannya, kita punya sejumlah program. Sebagiannya sudah dijalankan, sebagian lainnya akan segera dijalankan, ” lanjut Aidil.
Sejak 2019, Indarung Heritage Society telah menggelar secara rutin workshop bertajuk Seni dan Pabrik. Seniman yang mengikuti workshop telah menghasilkan sejumlah karya yang berkaitan dengan pabrik. Rangkaian workshop tersebut digelar di bekas Pabrik Indarung I.
Saat ini, Indarung Heritage Society tengah menapaki langkah selanjutnya, yaitu Indarung Market Art atau Pasar Seni Indarung. Kegiatan ini akan segera berlangsung, tepatnya pada 17-20 November 2022.
Selama tiga hari itu, bekas Pabrik Indarung I akan dipenuhi beragam aktivitas sosial dan budaya.
“Tujuh komunitas yang bergerak di bidang kebudayaan yang ada di Sumbar, akan berkumpul di sini,” tambahnya.
Mereka bisa berkolaborasi dengan para seniman yang sebelumnya telah mengikuti workshop Seni dan Pabrik.
Aidil menggarisbawahi bahwa “berbeda dengan festival lainnya, seni yang dihasilkan bukan ‘barang jadi’. Artis yang diundang akan menemukan, mengolah dan mempresentasikan karyanya bermula dan berakhir di pabrik.”
Menjaga Memori Bersama
Menurut Aidil, diaktifkannya Pabrik Indarung I sebagai ruang berkebudayaan, akan membuat memori bersama tentang pabrik tersebut menjadi terjaga. Tidak hanya memori yang berkaitan dengan masa lalu, namun juga eksistensi pabrik itu di masa saat ini.
Dengan kembali bergeliatnya bekas pabrik itu dengan segala macam aktifitas, eksistensinya akan hadir kembali ke dalam ingatan publik dengan wajah yang lebih hidup dan segar. Diakuinya bekas Pabrik I Indarung sebagai World Heritage, juga akan semakin mudah.
Namun sekelompok orang saja tidak akan bisa mewujudkannya.
“Ini semua butuh kerjasama,” lanjut Aidil. Menurutnya, kerjasama antara komunitas dan pelaku budaya di Sumbar sangat dibutuhkan. Termasuk dukungan dari komunitas di luar Sumbar.
Aktivis budaya, Rieke Diah Pitaloka, adalah salah satu sosok yang ikut turun tangan bekerjasama. Lewat Pitakola Foundation, Rieke tidak saja memberi dukungan materil namun juga moril.
Di pembukaan Pasar Seni Indarung nanti, Rieke akan membacakan orasi kebudayaan. Orasi ini tentu berisi gagasannya tentang kebudayaan setelah sekian lama bergelut di dunia tersebut.
Semua kegiatan tersebut akhirnya diharapkan bermuara pada terbentuknya ruang kebudayaan yang punya sustainability.
“Tentu saja kita berharap ruang ini bisa terus hidup, secara lebih mandiri, dan berkelanjutan. Ini adalah salah satu tujuan utama program-program kita”, katanya.
Berita Terkait
-
Besaran Zakat Fitrah Kota Padang 2025, Lengkap dengan Besaran Fidyah
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Jumat 14 Maret 2025
-
Jadwal Imsak Kota Padang, Jumat 14 Maret 2025
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang 13 Maret 2025, Lengkap dengan Pilihan Menu Berbuka!
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Rabu 12 Maret 2025
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!
-
Kronologi Nenek dan 2 Cucu Hilang di Pantai Tiku Agam hingga Ditemukan Seperti Ini
-
4 Tips Aman Berkendara Saat Arus Balik Lebaran 2025 dari Polda Sumbar
-
BRI Raih Penghargaan Best Social Loan di The Asset Triple A Awards 2025
-
2 Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Bukittinggi-Payakumbuh saat Lebaran