Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Jum'at, 09 September 2022 | 22:04 WIB
DPD Partai Demokrat Sumbar saat perayaan HUT. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Seluruh kader Partai Demokrat Sumatera Barat (Sumbar) diminta turun gunung untuk membantu langsung beban masyarakat yang sedang menjerit atas kenaikan harga BBM subsidi.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi mengatakan, imbas kenaikan harga BBM tentu saja pada harga kebutuhan pokok. Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat ekonomi lemah.

"Para kader harus turun ke tengah masyarakat. Bantu kesulitan masyarakat, mari kita tingkatkan empati dan berikan bantuan semampunya," kata Mulyadi memberi sambutan saat perayaan HUT Partai Demokrat ke-21 di Padang, Jumat (9/9/2022).

Mulyadi menegaskan, kader Demokrat harus tetap hadir di tengah masyarakat dalam kondisi sulit sekali pun. Paling tidak, datang ke rumah-rumah warga kurang mampu dan berikan bantuan sembako semampunya di masing-masing daerah.

Baca Juga: Sepekan BBM Naik, Cabai Merah Justru Turun Tajam

Kemudian bagi kader yang kini duduk di legislatif, Mulyadi juga meminta agar semuanya mengikuti langkap DPP Demokrat.

"Dukung pemberian subsidi BBM untuk masyarakat dan menolak kebijakan yang dapat merugikan masyarakat. Kita berkoalisi dengan rakyat dan di saat rakyat susah, maka kita ikut merasa susah dan memperjuangkan agar kehidupan semakin baik," katanya.

Di sisi lain, selain HUT Demokrat, tanggal 9 September juga hari spesial bagi segenap kader. Sebut, pendiri partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga berulang tahun di tanggal yang sama.

"Kita bersyukur menjadi bagian dari 21 tahun eksistensi Partai Demokrat. Dua periode kader terbaik jadi Presiden RI," katanya.

Di tempat lain, Ketua DPC Partai Demokrat Solok Selatan, Dede Pasarela menegaskan pihaknya menolak kebijakan pemerintah menaikan harga BBM subsidi. Kemudian, pihaknya juga turun ke lapangan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kenaikan BBM.

Baca Juga: Inflasi September Diperkirakan Capai 0,77 Persen Efek kenaikan Harga BBM

"Kebijakan penguragan subsidi BBM pemerintah Jokowi terkesan pramatur dan terburu-buru. BBM naik, harga kebutuhan pokok hingga biaya transportasi naik. Masyarakat menangis," kata Anggota DPRD Solok Selatan itu.

Load More