Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:10 WIB
Penampilan Randai oleh salah satu peserta lomba dalam Semarak Kumham Pentas Seni Budaya Minangkabau 2022 di Pariaman. [Suara.com/B. Rahmat]

SuaraSumbar.id - Kemajuan teknologi membuat arus perubahan zaman kian tak terkendali. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengikis keberadaan adat dan budaya, khususnya budaya Minangkabau di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu cara menjaga seni tradisi yang menjadi identitas dan kearifan lokal Minang itu adalah dengan terus menghadirkannya ke tengah masyarakat dalam beragam bentuk.

Seperti kegiatan Semarak Kumham Pentas Seni Budaya Minangkabau Tahun 2022 yang digagas oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumbar di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sabtu (6/8/2022) lalu.

Pentas seni budaya Minangkabau itu merupakan ivent kolaborasi dengan Pemko Pariaman yang sedang menghelat Pesta Hoyak Tabuik. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan seperti seni Tari Kreasi Minangkabau, Randai, Paduan Suara Lagu Minang hingga Atraksi Musik dan Penampilan Silat.

Ketua I Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Laksamana Pertama TNI (Purn) Hargianto mengapresiasi gagasan Kanwil Kemenkumham Sumbar. Menurutnya, semarak pesta budaya itu bagian dari cara untuk melestarikan Budaya Alam Minangkabau.

Baca Juga: Pesona Air Terjun Timbulun Pesisir Selatan, Surga Tersembunyi di Balik Hutan

"Kami sangat mendukung dan berterimakasih kepada Kemenkumham Sumbar sebagai instansi vertikal ikut yang ikut menjaga kearifan dan melestarikan budaya Minangkabau," katanya.

Hargianto berharap, anak-anak muda sekarang lebih tau dan peduli terhadap seni budaya Minangkabau yang mulai tergerus perkembangan zaman.

"Tak dipungkiri, budaya Barat sangat berpengaruh sekali terhadap perkembagan zaman saat ini. Semoga kegiatan Semarak Kumham Pentas Seni Budaya Minangkabau dapat membangkitkan semangat untuk menjaga kearifan lokal," katanya.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar juga mengapresiasi pentas tradisi itu. Menurutnya, kegiatan tersebut seleras dengan Festival Pesona Hoyak Tabuik di Kota Pariaman yang juga menjadi bagian dari tradisi.

"Secara tidak langsung Kemenkumham Sumbar turut membantu mendongkrak kunjungan Pariwisata di Kota Pariaman. Tentu kita sangat bersyukur," ucapnya.

Baca Juga: Hakim Minta Hadirkan Gubernur Sumbar Mahyeldi di Sidang Korupsi KONI Padang

"Itu terbukti, sama-sama kita dan saksikan, kunjungan wisata di Kota Pariaman hari ini saja mengalami peningkatan secara signifikan," katanya lagi.

Load More