SuaraSumbar.id - Potongan video amatir yang merekam kegiatan orientasi studi dan perkenalan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, Papua, mendadak viral di media-media sosial.
Pasalnya, seperti dilihat SuaraSumbar.id pada akun Instagram @majeliskopi08, Sabtu (6/8/2022), para mahasiswa baru dalam ospek itu diajarkan meneriakkan yel-yel Papua Merdeka.
"Papuaaa," teriak panitia ospek.
"Merdekaaa," teriak mahasiswa baru yang mengikuti ospek tersebut.
Menurut akun itu, peristiwa tersebut terjadi saat ospek FISIP Uncen Kamis 4 Agustus 2022.
"Suara hati anak tiri," komentar @cilok_hokyxxxx.
Pada hari yang sama diberitakan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mendapatkan laporan kalau pemerintah berencana untuk memasang jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah di Papua termasuk kawasan terpencil.
Mendengar hal tersebut, TPNPB-OPM langsung mengeluarkan perintah operasi untuk melakukan penembakan.
Perintah operasi itu dikeluarkan oleh pimpinan Panglima Tinggi TPNPB-OPM Gen Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Umum Major Gen Lekagak Telenggen.
Baca Juga: Video Viral TKW di Dubai Menangis Disiram Bubur Panas oleh Majikan, Hanya Gara-gara Bawang Goreng
Bukan hanya kepada pendatang, perintah penembakan itu juga mesti dilakukan terhadap orang asli Papua yang ikut terlibat dalam pemasangan jaringan telekomunikasi.
"Pimpinan TPNPB perintahkan kepada 34 Kodap TPNPB di bawah komando nasional segera lakukan penembakan kepada orang asli Papua maupun pendatang (imigran) yang memasang jaringan telekomunikasi dan bakar semua fasilitas telekomunikasi Indonesia," juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangan persnya, Kamis (4/8/2022
Sebby menyebut kalau TPNPB-OPM mengetahui program pemerintah yang memperluas jaringan internet di wilayah Papua termasuk di sejumlah lembaga.
"Program negara hari ini di tanah Papua semua desa-desa, sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum lainnya di pasang semua jaringan internet," ucapnya.
Karena itu, TPNPB-OPM menentang keras adanya rencana perluasan jaringan telekomunikasi kembali.
"Oleh karena itu pimpinan TPNPB dengan tegas perintahkan bahwa segera lakukan tembak mati orang asli Papua maupun orang pendatang yang memasang jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Tanah Papua."
Berita Terkait
-
Video Viral TKW di Dubai Menangis Disiram Bubur Panas oleh Majikan, Hanya Gara-gara Bawang Goreng
-
Viral Yel-yel Papua Merdeka Saat OSPEK Kampus, Warganet: Jangan Suudzon
-
Geger Video Viral Kejadian Penonton saat Saksikan Pengabdi Setan 2 Communion di Bioskop
-
Pergoki Suami Jagain Anak, Istri Ngakak Melihat Potretnya
-
Tegur Pengendara Mobil yang Merokok di Jalan, Aksi Wanita Bikin Salut Warganet
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk
-
5 Ton Ikan Mati Massal di Danau Maninjau, Petani KJA Rugi Rp125 Juta