SuaraSumbar.id - Para pelajar SMP di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), didorong terlibat aktif dalam mewujudkan perlindungan hak anak.
Hal ini dilakukan untuk menekan kasus kekerasan berupa tawuran menuju terwujudnya kota layak anak.
"Permasalahan hak anak tidak dapat hanya dilakukan oleh satu dinas saja, perlu kerja sama lintas sektoral," kata Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Kota Padang Wismeliar Teinike Yulvera, melansir Antara, Minggu (31/7/2022).
Ia mengatakan, pada 2022 Kota Padang mendapatkan penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagai Kota Layak Anak tingkat Nindya.
"Ini menjadi bukti komitmen semua pihak di Kota Padang untuk menjamin dan melindungi hak-hak anak," ujarnya.
Ia mengingatkan pelajar SMP sederajat untuk menghindari dan mencegah tindakan tawuran karena dampaknya merugikan pelajar.
Manajer Program Yayasan Ruang Anak Dunia, Wanda Leksmana menilai, komitmen Kota Padang untuk meningkatkan sensitivitas perlindungan anak.
Ia melihat segala bentuk permasalahan anak, seperti tawuran, kekerasan terhadap anak, ketergantungan gawai, dan pornografi mesti disikapi dengan upaya pencegahan yang maksimal melalui pendampingan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
Namun jika masih terjadi kasus permasalahan anak, maka lembaga layanan perlindungan anak yang telah tersedia di daerah akan memberikan dampingan kasus yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Baca Juga: Ngebut Kendarai Motor saat Mabuk, Dua Pemuda di Mojokerto Temui Ajal
Berita Terkait
-
Amankan 4 Pelajar SMA Pelaku Tawuran yang Bacok Lawannya, Polsek Senen: Masih Jadi Saksi
-
Teror Begal Payudara di Mojokerto, Pelajar Jadi Korban Penjahat Seksual
-
ASEAN Para Games 2022: Pelajar di Solo Akan Dikerahkan untuk Saksikan Pertandingan di Seluruh Venue
-
Sebut Pelajar SMK Tawuran Pakai Celurit Aksi Kriminal, Disdik Sumbar: Ini Bukan Lagi Kenakalan Remaja
-
Pelajar Pelaku Tawuran di Padang Bakal Jadi Duta Anti Tawuran, Wali Kota Padang: Diberi Pemahaman dan Efek Jera
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak
-
Perampokan Bersenjata Api di Agam, Rp90 Juta Gagal Dibawa Kabur
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, BRI Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemberdayaan UMKM
-
Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Sumbar Ditanami Sawit
-
Tiga Daerah di Sumbar Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap