SuaraSumbar.id - Presiden Indonesia Joko Widodo telah mencabut semua pembatasan impor untuk produk makanan Jepang yang dilakukan akibat krisis nuklir pada tahun 2011 lalu.
Pencabutan pembatasan produk makanan dari tujuh prefektur itu dapat menyemangati warga di daerah yang terkena bencana, jelas Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Rabu.
Kishida menyambut baik pencabutan pembatasan impor produk makanan dari Jepang oleh Indonesia yang diberlakukan akibat krisis nuklir Fukushima.
Dalam jumpa pers gabungan usai pertemuan dengan Jokowi di Tokyo, Kishida mengatakan Jepang dan Indonesia menegaskan kembali kerja sama untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Jepang juga berjanji untuk membantu lebih lanjut memperkuat keamanan maritim di kawasan.
"Saya berharap kerja sama keamanan bilateral, termasuk pertukaran pertahanan, akan semakin maju", kata Kishida menambahkan Angkatan Darat Bela Diri Jepang dijadwalkan turut dalam latihan gabungan multinasional di Indonesia pada Agustus untuk pertama kalinya.
Jokowi, pada perjalanan kedua dari kunjungan ke tiga negara, mengatakan dia meminta Jepang untuk mempermudah atau menghapus tarif yang diberlakukan kepada ikan tuna, nanas dan pisang dari Indonesia.
Presiden Jokowi juga menyampaikan bela sungkawa atas kematian mantan perdana menteri Shinzo Abe yang ditembak pada awal Juli. Jokowi mengatakan bahwa Abe membantu meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis.
Selain itu karena Indonesia akan memimpin KTT G20 di Bali pada November, Kishida dan Jokowi sepakat untuk bekerja sama dengan erat.
Indonesia telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk datang ke KTT G20 di tengah perang Rusia di Ukraina.
Baca Juga: Habisi Korea Selatan Tiga Gol Tanpa Balas, Jepang Juara Piala EAFF
Dalam kunjungan yang keempat sebagai Presiden ke Jepang, Jokowi juga dijadwalkan bertemu Kaisar Naruhito sebelum berangkat ke Korea Selatan.
Kunjungan tersebut mendahului peringatan 65 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia tahun depan, sementara tahun ini juga memperingati 50 tahun persahabatan antara Jepang dan ASEAN.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang dan Indonesia telah mendorong kerja sama di sektor keamanan dimana partisipasi Angkatan Darat Jepang dalam latihan gabungan militer Garuda Shield mendatang menjadi contoh terbaru.
Indonesia dan Amerika Serikat juga mengundang negara lain, termasuk Australia dan Singapura, untuk berpartisipasi dalam latihan tahunan di tengah kegiatan militer China yang meningkat di kawasan Indo-Pasifik. (Antara/Kyodo-OANA)
Berita Terkait
-
Jokowi Lanjutkan Kunjungan ke Korea Selatan Usai Bertemu PM Jepang
-
Bertemu PM Jepang, Jokowi Minta Bea Masuk Buah dan Tuna Diturunkan
-
Tugas di Jepang Selesai, Kini Jokowi dan Iriana Berangkat ke Korea Selatan
-
5 Fakta Presiden Jokowi Bertemu Presiden China Xi Jinping, Apa Saja Hasil Kesepakatan?
-
Masih di Jepang, Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Presiden Japan-Indonesia Association
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap