SuaraSumbar.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan melakukan pendekatan ke kelompok gay atau homoseksual, biseksual dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran cacar monyet atau monkeypox di Indonesia.
Berdasarkan data di seluruh dunia, kelompok homoseksual ini berisiko penularan tertinggi dalam kasus cacar monyet, selaiknya penyakit HIV/AIDS.
"Benar. Ini memang ada di kelompok tertentu yang memang penularannya relatif tinggi, sama seperti HIV/Aids. Jadi kita sekarang sudah melakukan pendekatan ke organisasi-organisasi yang mengelola kelompok-kelompok ini, untuk bisa melakukan surveilans secara aktif," ujar Menkes Budi di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari Suara.com, Selasa (26/7/2022).
Harapannya, wabah yang sudah menyebar ke puluhan negara di dunia ini bisa diantisipasi dan dicegah penularannya di Indonesia, karena kelompok ini diminta mau melakukan testing cacar monyet.
"Jadi tidak menutup laporan, kelompok ini kita dekati supaya kita bisa melakukan testing ya," ungkap Menkes Budi.
Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit virus zoonosis atau virus ditularkan dari hewan ke manusia, yang dapat sembuh sendiri.
Penyakit itu disebabkan oleh virus monkeypox, yakni anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae, yang umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat sebagai negara endemis.
Sementara itu pada Sabtu, 23 Juli 2022 Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, karena sudah ada di lebih dari 70 negara di dunia.
Selain itu berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, menemukan jika penyakit ini sebagian besar mempengaruhi kelompok homoseksual atau lelaki berhubungan seks dengan lelaki.
Baca Juga: AS: Kelompok Homoseksual Harus Diprioritaskan Dapat Vaksin Cacar Monyet
Tapi meski begitu, penyakit ini tetap bisa menginfeksi siapapun mereka yang melakukan kontak dekat dengan seseorang yang menderita cacar monyet, lebih cairan, darah atau nanah yang keluar dari ruam di kulit penderita.
Di Indonesia sendiri sudah ditemukan 9 kasus suspek cacar monyet, tapi setelah dilakukan tes semua kasus dinyatakan negatif cacar monyet.
Berita Terkait
-
WHO Putuskan Cacar Monyet Darurat Global, Pemerintah Indonesia Diminta Segera Merespons
-
Hari Anak Nasional, Menkes Budi Gunadi Soroti Layanan Kesehatan Primer yang Wajib Ramah Anak
-
Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat, Menkes Budi Minta Ketatkan Lagi Penggunaan Masker
-
Subvarian BA.4 dan BA.5 Bisa Hindari Vaksinasi, Ini Kata Menkes Budi Gunadi
-
Mulai Menular di Indonesia, Kemenkes Belum Bisa Temukan Seberapa Cepat BA.2.75 Menyebar di Indonesia
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu
-
Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM
-
BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School
-
Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui
-
Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup