SuaraSumbar.id - Warganet dibuat sedih campur lucu gara-gara video amatir yang merekam aktivitas panitia pembagian daging kurban Idul Adha 1443 Hijriah, Minggu (10/7) akhir pekan lalu.
Dalam video yang dilihat SuaraSumbar.id pada akun Instagram @rumpi_gosip, terdapat sekumpulan orang tengah berbaris untuk mendapatkan daging kurban.
Sementara panitia pembagian daging kurban yang terekam video itu ada dua. Satu orang bertugas menjaga daging, satu lagi bertugas memberikannya kepada pengantre.
Merujuk rompi yang digunakan salah satu panitia, lokasi perekaman itu adalah sebuah masjid di Taman Sari 1, Kenten, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Tak Ada Rotan Akar pun Jadi, Video Viral Orang Salat Pakai Sajadah di HP
Pada video, tampak ada dua baris pengantre yang didominasi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak.
Namun, pada satu baris, persis di antrean terdepan, ada seorang pemuda berbusana kece.
Pemuda itu memakai kemeja lengan panjang berwarna putih, celana jins ketat hitam, serta sepatu putih.
Tak hanya itu, di kancing paling atas kemejanya, pemuda itu menggantungkan kacamata gaya.
Rambut pemuda itu juga diwarnai memakai warna emas. Tampilan pemuda itu sangat mencolok, karena pengantre lainnya adalah ibu-ibu dan bapak-bapak yang berpakaian seadanya.
Entah karena cara busananya atau apa, bapak-bapak panitia yang bertugas memberikan bungkusan daging mengacuhkannya.
Meski berada di barisan paling depan, bapak panitia itu tidak kunjung memberikannya bungkusan daging.
Panitia justru terus membagi-bagikan bungkusan daging kepada bapak-bapak maupun emak-emak yang berada di barisan belakang pemuda tersebut.
Pemuda itu tampak kebingungan. Berulangkali ia mengangkat tangan untuk menerima bungkusan daging, tapi panitia terus mengacuhkannya.
"Kasihan, gak tega banget," tulis akun pengunggah video tersebut.
Warganet juga mengomentari hal sama pada kolom komentar. Mereka menilai, pemuda itu layak mendapat bungkusan daging kurban, meskipun berdandan rapi bak orang mampu.
"Menyakitkan hati yang melihatnya," @laxxx.
"Ya Allah, sini mas aku kasih," @intanxxx.
"Siapa pun kalau sudah ikut ngantre, apalagi antrean yang sangat panjang, harusnya kasih saja. mau kelihatan kaya atau tidak, itu urusan hati mereka," kata @srixxx.
"Paling bentar lagi klarifikasi, bilang cuma bercanda," @sisilxxx.
"Kok begitu banget, ya ampun," @nintyxxx.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Viral! Wanita Ini Punya Cara Jitu Bungkam Pertanyaan 'Nyinyir' saat Lebaran, Kaosnya Bikin Ngakak!
-
Viral Cara Wanita Hindari Pertanyaan 'Kapan Kawin' Saat Lebaran, yang Tanya Kena Mental
-
Viral Video Nenek dan Cucunya Selamat dari Maut usai 15 Jam Terjebak di Reruntuhan Gempa Myanmar
-
Ditransfer Uang dari Raffi Ahmad, Nunung Ogah Terima Rumah dari Sule: Gak Mau Repotin Orang
-
Video Viral Sholat Tarawih Tercepat di Blitar, 5 Menit Sudah Selesai: Emang Sah Yah?
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
Harga Tiket Pesawat Padang-Jakarta Tembus Rp 10 Jutaan, ke Malaysia Hanya Rp 1,4 Juta
-
8 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, 3 Tewas!
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI