SuaraSumbar.id - Pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi I dari Padang ke Sicincin, Padang Pariaman, sepanjang 36,6 kilometer ditarget rampung selesai pada Juli 2022. Dengan begitu, pengerjaan fisiknya bisa segera dimulai.
"Semua tetap berproses. Semua kendala yang dihadapi sudah kita urai semua dan sudah ada solusi. Kita targetkan selesai Juli 2022," kata Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy usai menggelar rapat tol di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (6/6/2022).
Rapat tersebut diikuti Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pembangunan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Embun Suri, Inspektur Jendral Kementerian ATR/BPN Sunrizal, BPN Sumbar, PT Hutama Karya, PPK, Pemkab Padang Pariaman dan sejumlah pihak terkait di Padang.
Audy mengakui, ada beberapa kendala dalam pembebasan lahan itu. Namun, dalam rapat gabungan tersebut, semua telah bisa diselesaikan dan dicarikan solusi terbaik.
"Kalau di daerah lain kendala adalah penolakan masyarakat, di Sumbar berbeda. Tidak ada masyarakat yang menolak. Persoalannya lebih ke administrasi. Tapi, itu sudah ada solusi," ujarnya
Kondisi saat ini, dari 1.485 bidang tanah yang harus dibebaskan sebanyak 920 bidang atau 61,95 persen telah selesai. Bidang yang telah selesai itu di antaranya dengan uang ganti rugi, konsinyasi dan sebagian adalah fasilitas umum.
Sementara, untuk 38,05 persen masih dalam proses di antaranya penyelesaian administrasi aset pemerintah delapan bidang (0,5 persen) dan menunggu proses pembayaran uang ganti kerugian (UGK) sebanyak 34 bidang (3,64 persen). Untuk bagian tersebut tinggal menunggu waktu karena tidak ada kendala lagi.
Sisanya, tengah divalidasi 14 bidang (0,94 persen), sudah selesai musyawarah atau verifikasi dokumen, sudah selesai penilaian dan akan segera dimusyawarahkan. Hanya sebagian kecil (1,35 persen) atau 20 bidang yang sedang dalam proses penilaian.
Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pembangunan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Embun Suri mengatakan, persoalan penyelesaian pembebasan lahan tol yakni kekurangan personel. Sebab, sebelumnya ada kekhawatiran staf BPN dalam bekerja menyusul kasus dugaan korupsi yang menjerat tiga staf BPN dalam pembebasan lahan tol di ruas Taman Keanekaragaman Hayati, Padang Pariaman.
Baca Juga: Audy Joinaldy Klaim Arief Muhammad Promosikan Sumbar Tanpa Dibayar
"Kita sudah berikan pemahaman pada seluruh staf. Kalau bekerja lurus sesuai aturan tidak perlu takut. Kemudian, memang beban kerja kawan-kawan panitia pengadaan tanah yang ada saat ini sudah berat. Kerja siang malam," ucapnya.
Solusinya, ucap Embun, dilakukan BKO personel dari kantor BPN Padang untuk membantu pengurusan pembebasan lahan di Padang Pariaman. Kemudian, untuk pejabat pembuat komitmen (PPK) juga mendatangkan tambahan dari Bengkulu. Sebab, pekerjaan PPK yang ada di Sumbar sudah berlebihan.
Salah seorang tim pembebasan lahan, Syafrizal mengatakan untuk pembangunan fisik saat ini sudah mencapai sembilan kilometer, namun terbagi dalam beberapa titik.
Diharapkan, setelah proses pembebasan lahan selesai, pembangunan fisik bisa dimulai sesuai jadwal. (Antara)
Berita Terkait
-
Sidang Kasus Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Sicincin, 2 Terdakwa Bantah Dakwaan Jaksa
-
Kabar Baik, Penerbangan Rute Padang-Kuala Lumpur Malaysia Bakal Dibuka Lagi
-
Sempat Heboh, Gubernur dan Wagub Sumbar Kembali Pakai Mobnas Baru Gegara Covid-19 Mulai Melandai
-
Punya Tujuh Gelar Akademik, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy Raih Penghargaan MURI
-
Gubernur Sumbar Optimis Bandara Rokot Mentawai Beroperasi Agustus 2022
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up