SuaraSumbar.id - Kemajuan teknologi membuat arus perubahan zaman kian tak terkendali. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengikis keberadaan adat dan budaya, khususnya budaya Minangkabau di Sumatera Barat (Sumbar).
Sisi baiknya, dunia digitalisasi juga bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan adat dan budaya ke berbagai belahan dunia. Bahkan, sekaligus bisa menopang ekonomi generasi muda yang melek teknologi. Hal itu dipaparkan CEO Infosumbar, Vembi Fernando, saat menjadi pembicara dalam workshop pengamalan ABS-SBK bagi generasi muda dengan tema “Pewarisan Kearifan Lokal Pada Generasi Muda Menuju Ketahanan Adat dan Budaya” di Perkampungan Adat Balai Kaliki, Nagari Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh pada tanggal 3-5 Desember 2021 lalu.
Menurut Vembi, pemahanan Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bagi generasi Minangkabau, harus ditranformasikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya dengan memanfaatkan kesempatan ekonomi kreatif. "Ekonomi kreatif di dunia digitalisasi bisa menjadi bagian terpenting dalam melestarikan dan budaya," katanya.
Menurut Vembi, industri kreatif adalah industri yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam setiap produk kreativitasnya, bisa disematkan hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan adat.
Banyak ragam industri kreatif yang bisa dimanfaatkan generasi muda untuk terus menjaga nilai ABS-SBK. Berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, ada 17 macam subsektor industri kreatif. Mulai dari melahirkan aplikasi, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi da video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio dan pengembangan permainan.
"17 item itu berpotensi besar menjadi wadah untuk menjaga pelestarian adat dan budaya Minangkabau sesuai ABS-SBK. Sebab, setiap produknya bisa dikaitkan dengan khas Minangkabau," katanya.
Industri kreatif hari menuntut sebuah produk yang khas. Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang belum tergarap maksimal dalam hal industri kreatif. "Jika ini termanfaatkan maksimal, dunia industri kreatif di Sumbar akan melekat pada budaya Minangkabau. Pemasarannya pun bisa masif lewat media sosial," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, penanaman dan pengamalan ABS-SBK bagi generasi muda merupakan bagian dari pendidikan moral pendidikan yang mampu mencegah dari berbagai pergaulan bebas. Seperti aksi kriminal, kekerasan seksual, narkoba dan sebagainya.
"Jika pengamalan ini tertanam di kehidupan generasi muda, tidak akan ada lagi kejadian dan kasus-kasus heboh yang mencoreng Minangkabau," kata Supardi.
Baca Juga: Target Capaian Vaksinasi Sumbar 70 Persen, BIN Gempur Dua Daerah
Generasi muda adalah tujuan dari budaya dan agama. Sebab, merekalah nanti yang akan mewarisi dan melanjutkan perjuangan yang telah digariskan nenek moyang Minangkabau. "Ini penting ditanamkan. Sebab hari ini, sudah banyak kejadian yang sebelumnya tidak pernah terjadi, justru masif hari ini. ABS-SBK ini tidak erat kaitannya dengan moral," katanya.
Supardi berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melahirkan solusi untuk pendidikan moral generasi muda. "Menanamkan filosofi ABS-SBK kepada generasi muda Minangkabau perlu sinergitas semua pihak. Mulai dari pemerintah, alim ulama, cadiak pandai, tokoh adat dan anak muda itu sendiri," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengatakan, pemahanan ABS-SBK harus terus diwariskan dan dilestarikan kepada generasi muda. Sebab, prinsip dasar hidup masyarakat Minangkabau bertumpu pada ABS-SBK.
"Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan generasi muda dalam membumikan ABS-SBK," katanya.
Tahun 2019 lalu, kata Gemala, Dinas Kebudayaan Sumbar telah merampunkan buku pedoman pengamalan ABS-SBK yang disusun oleh para pakar di Sumbar. Menurutnya, buku tersebut akan menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan perkembangan kebudayaan Minangkabau yang berintikan Adaik Nan Sabana Adaik, Nan Tak Lapuak Dek Hujan, Nan Tak Lakang Dek Paneh, Jikok Diasak Indak Layua – Jikok Dibubuik Indak Mati.
Berita Terkait
-
Satu Lagi Tersangka Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Sicincin Ditahan, Total 13 Orang
-
13 Tersangka Kasus Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang Resmi Ditahan
-
Sebut Pertandingan Semifinal Kontra PSKB Ilegal, PSP Padang Layangkan Protes ke PSSI
-
PSP Padang Tuding Laga Semifinal Liga 3 Sumbar Lawan PSKB Bukittinggi Ilegal
-
Dugaan Korupsi, Kejari Minta Audit Dana Hibah KONI Padang
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
4 Lipstik Wardah Long Lasting Seharian, Bibir Cerah dan Segar hingga 12 Jam
-
Polisi Sita 48 Kendaraan Berknalpot Racing, Ganggu Shalat Tarawih Warga!
-
4 Lipstik Cair Matte Tahan Lama, Bibir Segar dan Makin Cantik!
-
CEK FAKTA: Heboh Video Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS di Qatar, Benarkah?
-
5 Lipstik Tahan Lama untuk Lebaran 2026, Bibir Cerah dan Segar di Idul Fitri