SuaraSumbar.id - Pandemi Covid-19 nyaris melumpuhkan semua sektor penghidupan masyarakat. Jutaan karyawan dirumahkan sejak virus corona mewabah di Indonesia. Tak sedikit pula pelaku usaha kecil hingga pengusaha besar terpaksa gulung tikar.
Meski tertatih di tengah melambatnya pergerakan ekonomi bangsa, masih ada pelaku usaha kecil yang kokoh bertahan. Bahkan, omzetnya melambung naik sejak awal pandemi Covid-19 mewabah pada tahun 2020 lalu.
"Alhamdulillah omzet naik. Kalau terdampak pastilah, tapi kami tak putus asa begitu saja," kata Yusrizal, salah seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) kepada SuaraSumbar.id, beberapa waktu lalu.
Lelaki 29 tahun itu adalah pengrajin Batik Tulis Salingka Tabek yang bermarkas di Jorong Bawah Duku, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Usaha membatik dengan khas batik tanah liek (liat) asli Solok itu telah digelutinya sejak 2017 silam.
Lulusan D3 komputer itu blak-blakan menyebut usaha membatiknya tidak merasakan betul dampak pandemi Covid-19 dalam hal pendapatan. Justru sebaliknya, orderan batiknya malah bertambah-tambah.
Yusrizal memutar otak agar sanggar produksi batiknya terus menggeliat. Dia tak ingin larut dengan pandemi yang membatasi semua aktivitas. Mau tidak mau, semua pelaku usaha hari ini, termasuk Yusrizal, harus 'berdamai' dengan pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir.
"Agar tidak vakum, tentu saja kita harus memperbarui cara pemasaran di tengah covid yang semuanya dibatasi, lebih-lebih tatap muka," katanya.
Yusrizal pun menggencarkan sosialisasi produksinya lewat promosi online, khususnya media sosial Facebook dan Instagram. Tak saja menjajal produk, dia juga menawarkan program edukasi ke sanggar Batik Tulis Salingka Tabek.
"Misalnya ada yang berkunjung satu atau dua orang, itu saya promosikan lewat medsos. Nah, dari informasi itulah banyak yang datang ke sini. Akhirnya, proses jual beli berjalan terus dan kami tetap produksi," katanya.
Baca Juga: Daftar Diskon Harbolnas 12.12 Tahun 2021, Terlengkap dan Terbaru
Upaya Yusrizal ternyata manjur. Sanggar produksi batiknya nyaris tak pernah sepi saat pandemi Covid-19. Pesanan pun datang bertubi-tubi. Bahkan omzetnya pun naik sejak pandemi melanda.
"Omzet tahun 2020 hanya sekitar Rp 162 juta. Tahun ini alhamdulillah lebih dari Rp 200 juta. Ini omzet per tahun ya, bukan per bulan," katanya.
Menurut Yusrizal, bagi pelaku UMKM yang bergerak di produksi apa pun, tidak ada jalan terbaik saat pandemi ini, kecuali 'berlayar' di pasar online. Sebab, interaksi masyarakat mayoritas hari ini berada di ujung jari dan itu terjadi setiap hari.
Di sisi lain, pasang surut memproduksi batik telah dialami Yusrizal yang merintis usahanya dengan modal Rp 350 ribu itu. Mulai dari cemooh orang kampung, sampai larangan dari orang tua. Dia terus berjalan hingga akhirnya kini menjadi rujukan daerah lain.
"Hampir semua kabupaten dan kota di Sumbar sudah berkunjung ke sini untuk studi tiru. Ciri khas produksi batik kami yaitu tanah liatnya. Jadi, kain itu direndam dalam tanah. Motifnya diukir manual alias tradisional dan hasilnya kayak motif baju batik era 70 an," kata Yusrizal.
Khusus untuk batik tanah liat, Yusrizal membanderol harga paling rendah Rp 485 ribu per potong untuk sarung dan selendang. Sedangkan harga batik cat paling rendahnya Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia
-
BRI Perkuat Dukungan untuk Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026
-
Permudah Kelola Payroll Perusahaan, Gunakan Qlola by BRI dengan Sistem Terintegrasi
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat