SuaraSumbar.id - Reaktivasi rel kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) diharapkan mampu mempertahankan nilai heritage atau warisan budaya. Dengan begitu, keberadaannya tak sekadar untuk transformasi tetapi juga memiliki nilai manfaat sebagai daya tarik wisata.
"Hampir semua rel kereta api di Sumbar peninggalan Belanda yang memiliki nilai sejarah. Rel tersebut juga terintegrasi dengan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto yang ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada Sidang Komite Warisan Dunia ke-32 di Baku, Azerbaijan pada 2019 sehingga keberadaannya patut untuk dipertahankan," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi, dikutip dari Antara.
Menurutnya, mempertahankan nilai heritage itu juga menjadi salah satu perhatian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau rencana reaktivasi rel kereta api di Sumbar pada Sabtu (20/11/2021).
"Menteri bahkan langsung menandai beberapa jembatan kereta api yang harus diperkuat tapi tidak boleh menghilangkan nilai heritagenya," kata Heri.
Selain itu reaktivasi itu juga tidak hanya persoalan mengaktifkan kembali, tetapi harus memiliki nilai manfaat karena itu PT KAI diminta untuk menghadirkan inovasi yang bisa membawa keuntungan bagi perusahaan juga menguntungkan bagi masyarakat.
Menjadikan stasiun akhir perjalanan kereta sebagai simpul integrasi dengan moda transportasi lain seperti bus Damri bisa menjadi salah satu solusi. Masyarakat yang turun di stasiun bisa langsung mendapatkan akses transportasi lain menuju tujuannya.
Hal itu bisa diterapkan untuk stasiun Kayu Tanam yang saat ini menjadi stasiun terakhir perjalanan kereta api yang aktif rute Padang-Kayu Tanam. Hanya beberapa kilometer dari stasiun itu terdapat beberapa titik destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Jika dari stasiun Kayu Tanam ada akses bus langsung menuju destinasi wisata, diyakini akan banyak yang menggunakan kereta api.
Stasiun Naras, Padang Pariaman juga berpotensi dikembangkan sebagai tempat transit barang baik CPO dari Utara Sumbar menuju Pelabuhan Teluk Bayur Padang, bisa juga untuk semen PT Semen Padang dari Padang yang akan didistribusikan ke daerah utara.
Dengan demikian bisa mengurangi kepadatan jalan raya Padang Pariaman-Padang dan sebaliknya sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di jalan raya.
Baca Juga: Omah Njonja Bed and Brasserie: Perpaduan Cantik Konsep Heritage dan Pecinaan
Vice President KAI Divre II Sumatra Barat (Sumbar) Miming Kuncoro mengatakan, pihaknya sudah memulai inovasi diantaranya menyediakan gerbong kereta non lipat untuk KA Sibinuang dari Stasiun Padang ke Naras, Padang Pariaman. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah