SuaraSumbar.id - Polisi resmi menetapkan tiga pelaku pencabulan dua bocah berumur 5 dan 7 tahun di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), ditetapkan sebagai tersangka.
Kedua bocah malang berisial NAP dan NSPR itu dicabuli kakek, paman, kakak kandung hingga tetangganya sendiri.
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku yang ditetapkan tersangka merupakan kakek korban berinisial J (70), paman korban inisial R (23) dan kakak korban berinisial A (16).
"Sedangkan untuk dua anak lainnya yang terlibat dalam tindakan pencabulan ini belum bisa dihukum. Jadi direhabilitasi," katanya, Kamis (18/11/2021).
Diakuinya, kedua anak yang masih di bawah 12 tahun ditetapkan sebagai saksi dan dititipkan di LPKS ABH Kasih ibu Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.
"Sementara kita terus memprosesnya sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. Begitu juga dengan pemeriksaan saksi juga sudah kita lakukan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh orang saksi telah diperiksa pihak kepolisian soal kasus dugaan pencabulan dua bocah berumur 5 dan 7 tahun di kawasan Komplek Cendana, Kelurahan Mata Air, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Diketahui, korban dicabuli oleh enam pelaku. Mereka berinisial J (kakek korban), G (kakak kandung korban), R (kakak sepupu korban) dan R (paman korban), U (tetangga korban) dan A (kakak kandung korban).
meski pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, namun ibu korban enggan untuk memberikan keterangan dengan alasan tidak mau kasus ini berlanjut di ranah hukum dan dilaporkan ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Polisi Ringkus Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Pesisir Selatan
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Pembunuh Sopir Taksi Online Diringkus di Solok Selatan, Mayat Bayi Gegerkan Warga
-
Kronologi Terungkapnya Kasus Kakek hingga Kakak Cabuli 2 Bocah di Kota Padang
-
Nagih Banget, Ini 10 Makanan Khas Sumatera Utara Terpopuler
-
Biadab! 2 Bocah di Padang Dicabuli, Pelakunya Kakek, Paman dan Kakak Korban
-
Kronologi Tabrakan Maut di Jalan Solok-Sijunjung, 1 Tewas dan 4 Luka-luka
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Benarkah THR PNS 2026 Cair 26 Februari? Ini Besaran Nominalnya
-
5 Pilihan Hotel Nyaman dan Berkelas di Malang, Pas untuk Liburan atau Urusan Bisnis
-
Benarkah MBG Dibagikan Saat Sahur? Ini Penjelasan BGN
-
Besok Semen Padang FC vs Bhayangkara FC di Lampung, Ini Target Kabau Sirah
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Terbaru, Senin 23 Februari 2026