Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:15 WIB
Menlu Retno saat ditemui wartawan di Istana Bogor. (Suara.com/Ummi HS).

Tak hanya itu, Retno menyebut untuk mengurangi penyebaran virus langkah utama yang diambil oleh negara di dunia yaitu pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan serta percepatan atau akselerasi vaksinasi.

Percepatan vaksinasi, kata Retno tidak hanya untuk mengurangi kemungkinan penularan Covid-19, namun juga dapat mengurangi kemungkinan hospitalisasi dan tingkat kematian.

"Data dari berbagai negara menunjukkan, bahwa mayoritas mereka yang terinfeksi dan menjalani rawat inap adalah mereka yang belum divaksin, a pandemic of the unvaccinated," tuturnya.

Retno menjelaskan berdasarkan analisis yang dilakukan Public Health England, vaksinasi 2 dosis efektif dapat mencegah hospitalisasi dan kematian karena varian delta.

Baca Juga: Menlu Retno Sebut WHO Prediksi Kasus Covid-19 Bisa Capai 300 Juta di Awal 2022

Data CDC Amerika Serikat juga kata Retno menunjukkan hospitalisasi dan kematian di negara di AS menurun sejak vaksinasi dimulai awal 2021.

"Sementara data Health Institute menunjukkan 99 persen kematian di Italia terjadi para penderita Covid-19 yang belum divaksin," kata Retno.

Kendati demikian kata Retno, penurunan kasus di Indonesia tak boleh membuat semua pihak lengah dan harus tetap waspada. Ia mencontohkan beberapa negara yang telah mengalami zero Covid-19, ternyata kembali mengalami penularan kasus Covid-19.

"Penurunan kasus di Indonesia jangan membuat semua pihak lengah sebaiknya terus waspada. Contoh berapa negara yang telah mengalami zero Covid-19 selama berbulan-bulan ternyata dapat mengalami penularan kembali. Mari kita terus berikhtiar. Mari kita bersama-sama terus mendukung program vaksinasi dan mempercepat laju vaksinasi," pungkasnya.

Baca Juga: WHO Tidak Sarankan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Load More