SuaraSumbar.id - Perawatan rambut perlu diperhatikan. Baik bagi perempuan yang mengenakan hijab atau pun tidak, kesehatan rambut sama pentingnya.
Bagi perempuan, rambut dianggap bagaikan mahkota kepala. Kesehatan rambut dapat terlihat dari teksturnya juga kondisi kulit kepala.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Anggraeni Noviandini, Sp.KK menjelaskan bahwa rambut sehat memiliki tekstur lembut saat disentuh, tidak bercabang, dan tampak berkilau.
"Rambut sehat juga memiliki kulit kepala yang sehat, ditandai dengan jumlah rambut yang normal dan tidak berketombe. Rambut juga tidak mudah patah dan rontok," jelasnya dikutip dari media sosial Perhimpunan Dokter spesialis kulit dan kelamin (Perdoski), Minggu (16/5/2021).
Rambut rontok tidak selalu menandakan kerusakan. Dokter Anggaraeni menjelaskan bahwa rambut juga memiliki siklus kerontokan setiap hari. Kerontokan rambut dikatakan sehat jika hanya sebanyak 50-100 helai per hari.
Secara keseluruhan, perawatan rambut bagi perempuan berhijab maupun tidak, tak banyak perbedaan. Dokter Ni Putu Ary, Sp.KK. M.Kes menambahkan, terpenting dalam merawat kesehatan rambut adalah keramas secara rutin disesuai dengan tipe rambut.
"Rambut yang berminyak disarankan untuk sehari sekali. Sedangkan rambut tipe kering dapat dijarangkan hingga dua sampai tiga kali dalam seminggu. Yang penting saat keramas, sampo digosokan secara lembut saja ke kulit kepala untuk menghilangkan debu dan kotoran. Setelah bersih, dapat digunakan kondisioner, terutama pada ujung rambut," paparnya.
Pemilihan sampo dan kondisioner juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut. Demikian pula dengan rambut yang diwarnai atau berketombe. Pemilihan sampo disarankan disesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala.
Bagi perempuan berhijab, selain keramas dan menggunakan kondisioner, cara penggunaan jilban juga harus diperhatikan.
Baca Juga: Berhijab atau Tidak, Bedakah Cara Perawatan Rambut Bagi Perempuan?
Dokter Pedia Primadiarti mengatakan, rambut memang tidak mendapat sirkulasi udara yang baik ketika kepala ditutupi jilbab. Sehingga rentan alami masalah kesehatan rambut dan kulit kepala.
"Tapi hal itu bisa dihindari dengan melakukan perawatan rambut yang tepat. Di antanya memilih sampo dan kondisioner yang sesuai, memakai air hangat saat keramas, memastikan rambut dalam keadaan kering saat memakai hijab, dan memakai hijab dengan bahan dapat menyerap keringat," sarannya.
Terakhir, dokter Pedia juga menyarankan sesekali bisa lakukan perawatan rutin di salon seperti creambath. (Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Sebut 'Bukan Negara Barbar', PP IMI Sesalkan Peserta Musprov Sumbar yang Tak Hormati Pimpinan Sidang
-
Jangan Asal Simpan! Ini Cara Menyimpan Telur agar Tetap Segar
-
Lonjakan Wisata Lebaran 2026, PAD Kota Bukittinggi Tembus Rp3,5 Miliar
-
Pemerintah Akan Umumkan soal Kebijakan WFH Selasa Besok
-
Lonjakan Wisata Lebaran! 59.655 Orang Kunjungi Istano Basa Pagaruyung