- Gunung Marapi erupsi pada Kamis pukul 08.43 WIB dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer.
- Status gunung api tersebut saat ini tetap berada pada Level II atau Waspada oleh pihak PVMBG.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah serta waspada terhadap potensi ancaman lahar dingin.
SuaraSumbar.id - Letusan melontarkan abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer dari puncak gunung. Petugas PGA Ilhamdi Saputra mengatakan erupsi terjadi pada pukul 08.43 WIB.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pukul 08.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung," katanya, melansir Antara.
Kolom abu yang keluar dari gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) terpantau berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.
Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi risiko bencana.
Masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).
PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.
Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif.