- Badan Geologi teliti dugaan sungai bawah tanah di Kabupaten Limapuluh Kota.
- Sinkhole Situjuah Batua berdiameter 7,4 meter, kedalaman delapan meter.
- Sampel penelitian diuji lanjut di laboratorium Bandung.
SuaraSumbar.id - Sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), masih menjadi perhatian serius.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini memfokuskan penelitian untuk mendeteksi kemungkinan adanya sungai bawah tanah yang berkaitan dengan kemunculan sinkhole tersebut.
Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, mengatakan tim masih bekerja mengumpulkan data guna memastikan sumber air yang memicu sinkhole.
Keberadaan sungai bawah tanah menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian lanjutan oleh Badan Geologi.
"Saat ini kami sedang fokus memastikan keberadaan sungai bawah tanah termasuk memastikan apa saja permasalahannya," kata ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, sejak fenomena sinkhole muncul pada 4 Januari 2026, Badan Geologi telah menjalankan dua tahapan penelitian. Kajian pertama dilakukan sebagai respons cepat untuk memahami karakteristik serta kemungkinan penyebab awal munculnya lubang ambles tersebut.
Tahap kedua penelitian berlangsung pada 2 hingga 11 Februari 2026. Pada fase ini, tim memperdalam pelacakan dugaan sungai bawah tanah sekaligus menghitung radius aman dan potensi pelebaran sinkhole di kawasan tersebut.
Data sementara menunjukkan sinkhole yang terbentuk pada material vulkanik atau endapan gunung api itu memiliki diameter sekitar 7,4 meter dengan kedalaman mencapai delapan meter. Dengan kondisi itu, Badan Geologi menilai masih terdapat kemungkinan lubang bertambah luas.
Dalam penelitian lanjutan, tim membawa sejumlah peralatan utama. Perangkat tersebut digunakan untuk mengukur kekuatan tanah, mendeteksi rongga apakah terisi air atau tidak, hingga melakukan pengujian terhadap air yang ditemukan di sekitar lokasi sinkhole.
"Jadi kita ingin mendapatkan data yang lebih presisi lagi dari mana sumber air (sinkhole)," ujarnya.
Menurut Taufiq, hasil kajian awal memperlihatkan indikasi kuat adanya sungai bawah tanah di sekitar titik kejadian. Selanjutnya, berbagai sampel yang diperoleh Badan Geologi akan diuji di laboratorium di Bandung, Jawa Barat, guna memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan fenomena sinkhole. (Antara)